Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak Dua Tukang Sayur Hingga Tewas di Sidoarjo, Jadi Tersangka

detik-detik dua korban sebelum tertabrak mobil, poto detik.com
Sidoarjo, iNet99.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, yang melibatkan sebuah mobil Xenia dan dua tukang sayur. Peristiwa tragis ini mengakibatkan kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah akibat tabrakan.
Pengemudi mobil Xenia berinisial IF (38) kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Setelah melalui proses pemeriksaan, IF resmi ditetapkan sebagai tersangka atas insiden kecelakaan yang menewaskan dua orang tersebut.
Kronologi kejadian bermula saat kendaraan yang dikemudikan IF melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di lokasi kejadian, mobil tersebut tiba-tiba menghantam dua korban yang berada di sisi kiri jalan.
Korban diketahui sedang menggunakan sepeda listrik dan sepeda saat kejadian berlangsung. Benturan keras membuat keduanya terpental dan mengalami luka fatal hingga akhirnya meninggal dunia di tempat.
Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pengemudi. IF kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, petugas melakukan tes urine terhadap IF. Hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu saat mengemudikan kendaraan.
Kasatlantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra, membenarkan hasil pemeriksaan tersebut. Ia menyatakan bahwa kondisi pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkotika menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan fatal ini.
"Yang bersangkutan sudah kami tahan. Kami kenakan pasal penggunaan narkotika dan kelalaian berkendara yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan positif mengandung narkotika jenis sabu," ujar Yudhi.
Saat ini, IF telah ditahan dan dijerat dengan pasal berlapis terkait penyalahgunaan narkotika serta kelalaian dalam berkendara yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya mengemudi dalam kondisi tidak sadar atau di bawah pengaruh zat terlarang.***