BREAKING NEWS

Dinilai Tak Berimbang, Pemborong Proyek Jalan Munjul–Ciandeu Akhirnya Buka Suara


MAJALENGKA, iNet99.id – Polemik pemberitaan terkait proyek pemeliharaan Jalan Munjul–Ciandeu di Kabupaten Majalengka terus menjadi perhatian publik. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp398 juta itu sebelumnya disorot karena diduga menyimpan sejumlah kejanggalan.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya dugaan penggunaan material hotmix yang disebut tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, muncul pula informasi mengenai adanya perbedaan data muatan pada surat jalan material yang digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut.

Pemberitaan itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Bahkan, kondisi jalan yang disebut mengalami keretakan sebelum usia pekerjaan dinilai menjadi alasan kuat munculnya kritik terhadap proyek pemeliharaan tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak pemborong proyek akhirnya buka suara dan membantah seluruh tuduhan yang beredar. Ia menegaskan bahwa informasi yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurutnya, pekerjaan proyek hingga saat ini masih berjalan dan belum selesai sepenuhnya. Ia menyebut proses pemeliharaan jalan masih berlangsung sesuai jadwal kalender hari kerja yang telah ditentukan.

Selain itu, dia juga menyoroti proses penggalian informasi dalam pemberitaan sebelumnya yang dinilai kurang tepat. Ia menyebut wartawan lebih banyak menanyakan persoalan jenis material dan muatan kepada sopir kendaraan pengangkut material proyek.

Padahal, kata dia, sopir hanya bertugas mengantarkan bahan ke lokasi pekerjaan dan tidak memahami secara teknis spesifikasi material maupun administrasi proyek.

Setelah diberikan penjelasan oleh pihak pemborong, sopir yang sebelumnya memberikan keterangan kepada wartawan disebut mengaku keliru dalam menyampaikan informasi.

“Sebagai sopir saya hanya tahu bawa bahan/material ke lokasi pekerjaan proyek tersebut,” ujar sopir tersebut.

Beliau menegaskan bahwa proyek pemeliharaan Jalan Munjul–Ciandeu masih dalam tahap pekerjaan dan belum memasuki tahap akhir. Karena itu, menurutnya, penilaian terhadap kualitas pekerjaan saat ini dinilai terlalu dini.

“Masih tebih keneh ka kalender hari kerja,” katanya kepada media.

Ia juga memastikan bahwa proses pemeliharaan masih terus dilakukan oleh pihak pelaksana sesuai tahapan pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya.

“Pemeliharaan masih aya,” lanjutnya.

Beliau menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang. Ia menilai seharusnya ada konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pemborong maupun Dinas PUTR selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelum informasi dipublikasikan ke masyarakat.

“Pemberitaan tidak sesuai,” tegasnya.

Menurutnya, klarifikasi kepada seluruh pihak sangat penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesimpangsiuran dan tetap memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

“Harusnya ada konfirmasi kepada pihak pemborong dan pihak PUTR dahulu selaku PPK dan itu tidak dilakukan,” ujarnya.

Beliau pun membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada proyek pemeliharaan Jalan Munjul–Ciandeu. Ia memastikan pekerjaan dilakukan sesuai mekanisme dan proses proyek hingga kini masih berjalan.

“Jadi yang dituduhkan didalam berita itu salah semua,” pungkasnya..(Red).


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini