SMAN 2 Majalengka Digeruduk, Jurnalis Soroti "Jawara" dan Dugaan Intimidasi
![]() |
Konfirmasi pihak SMAN 2 Majalengka di depan para awak media di ruang rapat sekolah. Poto : Eko |
Majalengka,iNet99.id – Puluhan jurnalis di Majalengka mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Majalengka pada Rabu pagi (2/7/2025). Kedatangan mereka dipicu insiden dugaan perlakuan tak menyenangkan terhadap dua rekan wartawan, Ibrahim dan Agung, saat bersilaturahmi ke sekolah tersebut. Para jurnalis menyoroti dua pernyataan ambigu dari pihak sekolah, termasuk dugaan intimidasi dan penafsiran kata "jawara" yang multi-tafsir.
Peristiwa bermula ketika Ibrahim dan Agung mengunjungi SMAN 2 Majalengka. Menurut Ibrahim, pihak sekolah terkesan arogan.
"Padahal kedatangan kami hanya untuk silaturahmi dan menjelaskan tujuan pribadi lainnya," kata Ibrahim.
Agung, yang mendampingi Ibrahim, menjelaskan insiden yang memicu kemarahan rekan-rekan jurnalis. Ia menyebut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Majalengka, Dede, naik pitam. Dede disebut memberikan uang Rp 10.000 kepada Ibrahim saat dimintai kopi, seraya melontarkan ancaman.
"Tadi kamu tahu tidak ada Kasat Reskrim ke sini, saya bisa laporkan atas dasar pemerasan," ujar Agung menirukan Dede.
Ibrahim, menurut Agung, kemudian bertanya balik dengan sopan, "Reskrim siapa, Pak?" Pertanyaan itu justru memancing emosi Dede hingga menunjuk-nunjuk di depan muka Ibrahim.
Verifikasi dan Pembelaan Sekolah
Saat dikonfirmasi, pihak SMAN 2 Majalengka membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan kedua jurnalis yang datang tidak membawa kartu pengenal dan dinilai mengganggu aktivitas sekolah. "Kedatangan kedua rekan media tersebut dinilai mengganggu," kata perwakilan sekolah.
Terkait ucapan "jawara", pihak Humas SMAN 2 Majalengka menjelaskan bahwa konteksnya adalah "jawara dalam dunia pendidikan" dan "sebagai orang Sunda bermental jawara dan juara." Penjelasan ini berbeda dengan persepsi para jurnalis yang menafsirkan ucapan tersebut dalam konteks lain sebab pengucapan tersebut dalam suasana emosi.
![]() |
Ilustrasi puluhan wartawan gerudug SMAN 2 Majalengka. Poto : Gemini |
Islah Berujung Kejanggalan
Meskipun pertemuan tersebut berakhir dengan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak, insiden ini masih menyisakan pertanyaan di kalangan jurnalis. Agung menampik beberapa argumen pihak sekolah yang menurutnya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Selain itu, kesempatan berbicara bagi salah satu rekan dari media nasional disebut-sebut ditutup, menambah kesan belum tuntasnya masalah ini.
Pewarta Eko Editor Andi