BREAKING NEWS

Kejanggalan di Proyek Jalan Munjul - Ciandeu: Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Kejanggalan di Proyek Jalan Munjul - Ciandeu: Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Kegiatan para pekerja sedang mengaplikasikan material hotmix di jalan Munjul-Ciandeu. (Foto: Tim iNet99.id)

Majalengka, iNet99.id — Proyek pemeliharaan Jalan Munjul – Ciandeu di Kabupaten Majalengka menuai sorotan. Pekerjaan yang dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp398 juta itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, mulai dari jenis material hotmix yang digunakan hingga perbedaan data muatan pada surat jalan.

Temuan itu muncul dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan iNet99.id pada Jumat, 15 Mei 2026. Di lokasi proyek, tim investigasi mencoba menelusuri spesifikasi material yang digunakan dalam pelapisan jalan tersebut.

Seorang pekerja di lapangan menyebut material hotmix yang digelar merupakan jenis HRS (Hot Rolled Sheet), sebagaimana tercantum dalam dokumen surat jalan. Namun keterangan berbeda justru datang dari sopir truk pengangkut material.

Menurut pengakuan sopir, muatan yang dibawa merupakan material “halus”. Ciri itu mengarah pada jenis sand sheet atau latasir—material yang lazim digunakan untuk area parkir atau jalan dengan beban ringan, bukan untuk konstruksi jalan raya dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Kecurigaan semakin menguat setelah material yang dihampar di lokasi terlihat memiliki tekstur lebih halus dibanding karakteristik umum HRS. Secara visual, campuran agregat yang digunakan dinilai berbeda dari standar hotmix untuk jalan kabupaten.

“Kalau lihat bentuk materialnya memang lebih halus,” ujar salah seorang sumber di lokasi proyek.

Tak hanya soal jenis material, investigasi juga menemukan dugaan ketidaksesuaian volume muatan. Sopir truk mengaku hanya membawa sekitar 6 ton hotmix. Padahal, dalam lampiran surat jalan tercatat berat material mencapai 7.550 kilogram atau sekitar 7,5 ton.

Selisih data tersebut memunculkan pertanyaan mengenai akurasi administrasi proyek sekaligus volume riil material yang digunakan di lapangan. Jika benar terjadi perbedaan antara muatan aktual dan dokumen pengiriman, maka persoalan ini berpotensi menimbulkan kerugian pada kualitas pekerjaan maupun penggunaan anggaran.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut dikerjakan oleh CV Bima.

Namun hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka maupun pihak kontraktor terkait dugaan kejanggalan tersebut. Pengawas lapangan dan pihak pelaksana proyek disebut sulit ditemui saat proses investigasi berlangsung.

Minimnya keterangan resmi membuat pertanyaan publik kian menguat: apakah proyek pemeliharaan jalan itu telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, atau justru menyimpan persoalan kualitas yang berpotensi merugikan masyarakat dalam jangka panjang. (Tim)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini