BREAKING NEWS

UMKM Desa dan Denyut Ekonomi Kreatif Majalengka

Wabup Dena tengah berbincang-bincang dengan ketua Komite Ekraf Majalengka di stand Expo 2026.(Foto: Eko)

Majalengka,iNet99.id — Di antara hiruk-pikuk Majalengka Expo 2026, stand Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka menjadi salah satu ruang yang menarik perhatian Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan. Selasa, 3 Februari 2026, ia menyusuri etalase karya seni dan produk olahan UMKM lokal yang dipamerkan dalam rangka peringatan Hari Jadi Majalengka ke-186.

Beragam produk ditampilkan di stand tersebut, mulai dari karya seni hingga aneka olahan makanan hasil kreativitas pelaku UMKM. Produk-produk itu merepresentasikan denyut ekonomi rakyat yang tumbuh dari skala kecil, sebagian besar berbasis desa, namun perlahan menunjukkan kualitas yang semakin matang.

Dena menilai perkembangan ekonomi kreatif di Majalengka tidak lagi sebatas aktivitas pameran, melainkan telah memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia menyebut sektor ini berkontribusi terhadap peningkatan omzet UMKM sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Ekraf ini menyentuh langsung ekonomi rakyat. Ketika produk laku, produksi meningkat, dan itu menciptakan kerja bagi warga,” kata Dena saat ditemui di lokasi pameran.

Menurut dia, Majalengka Expo memberi ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring usaha. Pemerintah daerah, kata Dena, berkepentingan memastikan agar pelaku usaha kecil tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi mampu tumbuh dan naik kelas.

Ketua Komite Ekraf Majalengka H. Baya menyebut expo sebagai etalase perkembangan UMKM lokal. Ia mengatakan sejumlah pelaku usaha, khususnya dari desa, merasakan peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.

“Bagi UMKM desa, kesempatan seperti ini penting. Mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus mengukur sejauh mana produknya diterima,” ujar Baya.

Ia menambahkan, pertumbuhan UMKM juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, mulai dari proses produksi hingga pengemasan dan distribusi.

Sementara itu, Ketua DPRD Majalengka H. Didi Supriadi menilai ekonomi kreatif telah menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, keberpihakan kebijakan dan keberlanjutan dukungan anggaran menjadi kunci agar UMKM tidak kembali terpinggirkan setelah kegiatan pameran berakhir.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Ketika mereka tumbuh, desa ikut bergerak dan ketimpangan ekonomi bisa ditekan,” kata Didi.

Majalengka Expo 2026 digelar selama tiga hari sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Majalengka ke-186. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kreativitas, pasar, dan kebijakan agar ekonomi rakyat tak hanya dipamerkan, tetapi juga bertumbuh.


Pewarta •Eko.Widiantoro

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini