BREAKING NEWS

Gotong Royong Warga Ciwidey Memaknai Hardesnas 2026 di Kabupaten Bandung

Poto Uus/iNet99.id

Bandung iNet99.id — Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dimaknai melalui kegiatan sederhana yang sarat makna. Warga bersama pemerintah desa melaksanakan kerja bakti dan perbaikan jalan lingkungan secara swadaya di kawasan Taman Kota Ciwidey Indah (Takoci), Senin (12/1/2026).

Sejak pagi, warga, pedagang, serta unsur masyarakat bergotong royong memperbaiki salah satu ruas jalan yang selama ini menjadi akses aktivitas harian. Perbaikan dilakukan sepanjang kurang lebih 70 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter dan ketebalan sekitar lima sentimeter. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara swadaya tanpa menggunakan Dana Desa maupun bantuan instansi lain.

Kepala Desa Ciwidey, H. Yusuf Darmaji, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat sekitar taman kota. Menurut dia, peringatan Hardesnas menjadi momentum untuk menyerap kebutuhan warga sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong.

"Kegiatan ini kami laksanakan secara spontan sebagai bentuk respons atas masukan masyarakat. Ini murni swadaya, lahir dari kepedulian warga dan para tetangga sekitar. Gotong royong seperti inilah yang ingin terus kami tumbuhkan," ujar Yusuf Darmaji.

Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan tersebut bukan semata pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang publik. Ketika lingkungan dibenahi bersama, kata dia, tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan juga tumbuh secara kolektif.


Selain kerja bakti, pemerintah desa juga mengaitkan momentum Hardesnas dengan penguatan nilai sosial dan keagamaan. Yusuf Darmaji menyebutkan bahwa kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan masyarakat, pedagang sekitar taman kota, serta unsur kemasyarakatan lainnya.

"Melalui kegiatan keagamaan, majelis ilmu, dzikir, dan selawat, kami ingin membangun kebersamaan sekaligus nilai spiritual masyarakat. Harapannya, desa ini terus bergerak menuju desa yang unggul, bermartabat, berakhlak, dan berkarimah," katanya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciwidey, Cucu Cuanda, menilai kegiatan tersebut sebagai pertanda baik bagi kehidupan sosial masyarakat. Ia menyebut bahwa gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama desa.

"Sinergi antara masyarakat, pengguna kawasan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat masih terjaga. Ini modal sosial penting untuk mendukung pembangunan, meski di tengah keterbatasan," ujar Cucu.

Namun, upaya swadaya masyarakat belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan infrastruktur. Ketua RT 03 RW 10, Dadang, mengatakan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan baru mencakup sebagian titik.

"Masih ada beberapa ruas jalan yang belum tersentuh. Selain itu, warga juga berharap adanya penerangan jalan umum agar lingkungan terasa lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari," kata Dadang.


Ia menambahkan bahwa aspirasi tersebut telah disampaikan melalui forum warga dan diteruskan oleh pemerintah desa untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Dari unsur pedagang, Ketua Pedagang Penjaga Taman (PJT), Saepul Azhari, menyebut kerja bakti tersebut turut memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan taman kota.

"Kami ingin tempat ini bersih, tertib, dan aman. Kebersamaan seperti ini membuat kami merasa saling memiliki dan saling menjaga," ujarnya.

Peringatan Hardesnas 2026 di Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung, menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat memuat pesan yang lebih luas. Di balik gotong royong warga, tumbuh nilai kepedulian, kebersamaan, dan penguatan spiritual yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan desa.


Pewarta: Uus

Ciwidey Hari Desa Nasional BPD Berita Terbaru
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini