BREAKING NEWS

Diusir dari Kontrakan, Sering Puasa dan Menahan Lapar, Guru Ngaji Babakan Ciparay Tetap Mengajar Gratis

Poto Hanya Ilustrasi AI/iNet99.id

BANDUNG | iNet99.id - Di tengah kerasnya himpitan ekonomi, ketulusan masih hidup di Babakan Ciparay, Kota Bandung. Seorang guru ngaji bernama Ustadz Deni (40) bersama istrinya Aifani (37) tetap bertahan mengajarkan Al-Qur’an secara gratis, meski harus menghadapi kenyataan pahit terusir dari tempat kontrakan yang selama ini menjadi rumah sekaligus tempat mengaji.

Ustadz Deni telah mengajar mengaji sekitar 80 anak tanpa pernah memungut biaya sepeser pun. Aktivitas mengaji tersebut berlangsung di rumah kontrakan sederhana yang juga menjadi tempat tinggal keluarganya. 

Namun karena menunggak pembayaran kontrakan selama tiga bulan, Ustadz Deni dan keluarganya akhirnya harus meninggalkan tempat tersebut.
Kini, mereka berpindah ke kontrakan yang jauh lebih kecil. Ruangan yang sempit membuat kegiatan belajar mengaji tak lagi bisa menampung seluruh murid. 

Dari 80 anak, hanya sekitar 40 murid yang masih bisa mengikuti kegiatan mengaji. Itupun dengan kondisi kontrakan yang baru mampu diperpanjang untuk satu minggu ke depan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ustadz Deni tidak memilih-milih pekerjaan. Selain berdagang kecil-kecilan dengan menitipkan jajanan milik orang lain dan menerima fee layaknya sales, ia juga siap menjadi buruh apa saja. Bahkan saat diminta membersihkan got dan selokan yang mampet, Ustadz Deni tetap bersedia melakukannya.

Ia juga sempat mencoba usaha keripik basreng, namun modal usahanya habis bukan untuk keuntungan, melainkan demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari yang masih serba kurang.

Saat ini, penghasilan Ustadz Deni bergantung pada pekerjaan serabutan. Mulai dari memijat orang, membantu pekerjaan rumah, hingga pekerjaan kecil lainnya dengan upah sekitar Rp50.000 per hari, itu pun tidak selalu ada setiap hari.

Di tengah banyaknya orang yang berlomba mengejar materi, Ustadz Deni memilih bertahan dalam keterbatasan demi tetap mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda. Ia mungkin tidak kaya secara harta, namun ketulusannya mengajar tanpa pamrih menjadi bukti kekayaan iman dan pahala yang tak ternilai.


Red.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini