BREAKING NEWS

Pengajian Rutin di Ciwidey Bahas Ilmu Tasawuf dan Fardu Ain

Poto Uus/iNet99.id

Bandung, iNet99.id - Pengajian rutin Ahad Malam Senin kembali dilaksanakan di Madrasah Darul Hidayah, Kampung Cibugel, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu malam, 11 Januari 2026. Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh jamaah dari lingkungan sekitar dan secara konsisten diisi oleh Ustadz Muhamad Mujtahidin yang akrab disapa Aa Ujang.

Pengajian ini merupakan agenda rutin warga Kampung Cibugel yang terus dijaga keberlangsungannya. Selain menjadi sarana pendalaman ilmu keislaman, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ruang pertemuan warga dalam suasana religius dan kekeluargaan.

Dalam penyampaian materi dakwahnya, Ustadz Muhamad Mujtahidin menjelaskan bahwa terdapat tiga ilmu pokok yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, yakni fikih, tauhid, dan tasawuf. Ketiga ilmu tersebut berkedudukan sebagai fardu ain, atau kewajiban individu yang tidak dapat diwakilkan kepada siapa pun.
Embed Instagram Post Code Generator

Ia menekankan bahwa di antara ketiga ilmu fardu ain tersebut, ilmu tasawuf memiliki kedudukan penting. Tasawuf dipahami sebagai cabang ilmu Islam yang berfokus pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), penjernihan akhlak, serta pembinaan hubungan spiritual yang mendalam dengan Allah dalam kerangka ihsan.

Menurut Aa Ujang, tujuan utama tasawuf adalah membentuk kepribadian muslim yang bersih secara batin, berakhlak baik, serta mampu mengendalikan dorongan nafsu duniawi. Melalui proses tersebut, seorang muslim diharapkan dapat mencapai ketenangan batin, kebahagiaan hakiki, dan makrifat atau pengenalan yang benar kepada Allah.

Selain membahas ilmu fardu ain, Aa Ujang juga menguraikan sejumlah ilmu yang termasuk kategori fardu kifayah. Ilmu-ilmu tersebut antara lain ilmu tajhiz jenazah, nahwu dan sharaf, balaghah, mantiq, filsafat, serta ilmu falak yang berkaitan dengan peredaran bulan dan matahari.

Ia menyampaikan bahwa kewajiban mempelajari ilmu-ilmu fardu kifayah gugur apabila telah ada sebagian warga dalam satu kampung yang menguasainya. Dalam konteks tersebut, santri dinilai memiliki peran penting sebagai penopang pelaksanaan kewajiban kolektif di tengah masyarakat.

Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan ngaliwet atau makan bersama yang digelar secara sederhana. Jamaah duduk beralas daun pisang dan menikmati hidangan secara bersama-sama, sebagaimana tradisi yang lazim di lingkungan pesantren.

Suasana kebersamaan tampak hangat saat jamaah duduk berdampingan, berbagi makanan, dan berbincang santai. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga Kampung Cibugel.

Pengajian rutin Ahad Malam Senin di Madrasah Darul Hidayah ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga berperan dalam menjaga harmoni sosial dan kebersamaan masyarakat di wilayah Ciwidey.


Pewarta: Uus

Pengajian Ciwidey Botram Berita Terbaru
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini