UPDATE! Harga Cabai Rawit yang Tembus Rp120.000/kg, Begini Respon Pedagang Di Jakarta
0 menit baca
Jakarta, iNet99.id — Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, harga cabai merah di berbagai pasar tradisional di Jakarta dan sekitarnya kembali melonjak tajam. Kenaikan ini terutama terjadi pada cabai rawit merah, yang tembus Rp100.000–Rp120.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting dijual sekitar Rp80.000 per kilogram. Lonjakan harga ini membuat banyak konsumen terkejut, sekaligus menimbulkan perhatian terkait ketersediaan stok pangan.
Menurut pedagang Pasar Tebet Timur, Budi, kenaikan harga ini wajar mengingat permintaan meningkat menjelang libur panjang.
“Biasanya menjelang Tahun Baru, permintaan naik dua hingga tiga kali lipat. Stok terbatas, jadi harga ikut naik. Kami berharap pasokan segera stabil agar konsumen tidak terlalu terbebani,” kata Budi, Kamis (20/12/2025).
Pedagang lainnya, Siti Rahmawati di Pasar Minggu, menambahkan bahwa faktor distribusi dan cuaca juga ikut memengaruhi harga.
“Beberapa daerah penghasil cabai mengalami hujan terus-menerus, sehingga pengiriman ke Jakarta agak terlambat. Akibatnya, harga di pasar ikut naik. Kami tetap berusaha menjual secukupnya agar konsumen tidak terlalu terbebani,” ujarnya.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional mencapai Rp74.800 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting Rp61.350 per kilogram.
Perbedaan harga di pasar tradisional dan rata-rata nasional terjadi karena faktor logistik dan permintaan lokal, terutama di ibu kota.
Pedagang menyebut kenaikan ini bersifat sementara dan biasanya mulai menurun beberapa hari setelah libur panjang. Namun, mereka tetap mengimbau konsumen untuk membeli cabai sesuai kebutuhan agar stok tidak cepat habis. Beberapa pedagang juga menekankan pentingnya kerja sama dengan distributor agar pasokan tetap lancar dan harga lebih stabil.
Respon pedagang juga menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab sosial. Budi Santoso menambahkan,
“Kami tidak ingin harga terlalu tinggi. Kalau terlalu mahal, konsumen banyak yang menunda membeli, dan akhirnya semua rugi. Jadi kami menyesuaikan stok dengan kebutuhan wajar masyarakat.”
Sementara itu, pedagang di pasar lain menyebutkan bahwa ketahanan pasokan cabai merah sangat bergantung pada cuaca di daerah penghasil cabai dan efisiensi distribusi logistik.
Gangguan sedikit saja, seperti hujan deras atau jalan macet, bisa menyebabkan kenaikan harga di pasar Jakarta.
Secara keseluruhan, kenaikan harga cabai merah menjelang Tahun Baru 2026 dipengaruhi gabungan faktor permintaan tinggi, keterbatasan pasokan, dan kondisi distribusi. Pedagang berharap pemerintah tetap memantau harga dan kebutuhan pokok, sekaligus memberi arahan agar harga tetap wajar.
Konsumen pun diimbau untuk belanja sesuai kebutuhan dan tidak panik membeli, sehingga harga cabai dapat tetap stabil hingga setelah Tahun Baru.
Editor •Andi
