Konser Momonon di GMCC Majalengka Jadi Ruang Musik, Kolaborasi, dan Aksi Sosial
0 menit baca
![]() |
| Ketua Komite Ekraf Majalengka, H.Baya manggung bareng Momonon di GMCC. (Foto: Eko Widiantoro) |
Majalengka, iNet99.id — Gedung Majalengka Creative Center (GMCC) berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu, 20 Desember 2025. Ratusan penonton memadati area pertunjukan musik saat band reggae asal Tangerang, Momonon, tampil bersama deretan band lokal Majalengka.
Konser ini digagas oleh komunitas SoraSore dan Stone Jam yang berkolaborasi dengan Ekraf Majalengka. Sejumlah band lokal seperti Avan Rude, Fastpry, Om Girang, dan Pengeye ikut meramaikan panggung, menghadirkan nuansa reggae dan alternatif yang membuat penonton larut berjoget hingga malam.
Menariknya, penonton tak hanya datang dari Majalengka. Sejumlah pengunjung dari luar daerah turut memadati GMCC, menandakan bahwa event musik komunitas di daerah mulai memiliki daya tarik yang lebih luas.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Ida Heriyani serta Ketua Komite Ekraf Majalengka H. Baya hadir langsung menyaksikan jalannya acara.
Tak sekadar hiburan, konser ini juga membawa misi sosial. Panitia mengajak penonton berdonasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera. Ajakan tersebut disambut positif, dengan banyak penonton ikut berpartisipasi.
Perwakilan komunitas SoraSore dan Stone Jam, Yudha Tri Nugraha, mengatakan acara ini berawal dari keinginan komunitasnya untuk naik level dari kegiatan rutin yang selama ini digelar.
“Biasanya kami rutin bikin acara kecil bareng band lokal. Dari situ muncul keinginan untuk bikin event yang lebih besar,” ujar Yudha.
Menurutnya, konser tersebut menjadi pengalaman pertama SoraSore dan Stone Jam menggelar event musik berskala nasional. Kolaborasi dengan Ekraf Majalengka dinilai membuka ruang baru bagi komunitas untuk berkembang.
“Responsnya sangat terbuka. Dukungan itu yang bikin kami berani mencoba,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Ekraf Majalengka H. Baya menilai konser tersebut sebagai bukti bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Majalengka terus tumbuh.
“Anak-anak mudanya berani dan kreatif. Kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak ekonomi, tapi juga sosial,” ujarnya.
Bagi para penonton, malam itu bukan sekadar soal musik. GMCC menjadi ruang temu, kolaborasi, sekaligus solidaritas tempat kreativitas dan kepedulian bertemu dalam satu panggung.
Pewarta •Eko Widiantoro
