BREAKING NEWS

Bayi 13 Bulan di Ngawi Tewas Usai Minum Oli Bekas yang Menetes dari Motor

Pihak kepolisian saat mendatangi RSUD Dr Soeroto, Ngawi, memeriksa kasus bayi minum oli bekas. Foto: Dok mili.id

INET99.ID, Seorang bayi berusia 13 bulan berinisial MAA meninggal dunia secara tragis usai diduga meminum oli bekas yang tersimpan di dalam toples. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (2/7) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Korban sempat dilarikan ke IGD RSUD dr. Soeroto Ngawi, namun nyawanya tak tertolong setelah mengalami kejang-kejang.

Kapolres Ngawi melalui Kasatreskrim AKP Aris Gunadi menyampaikan bahwa peristiwa nahas itu terjadi saat sang ibu tengah menyiapkan makanan di dapur. Bayi tersebut diketahui bermain di ruang tamu sendirian. Saat sang ibu kembali, ia mendapati anaknya dalam kondisi kejang-kejang dan segera membawanya ke rumah sakit.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari warga terkait kejadian ini. Rumah korban dan lokasi kejadian telah diperiksa untuk mengumpulkan bukti. Kasus bayi tewas usai minum oli bekas di Ngawi ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian dan apakah ada unsur kelalaian.

Korban MAA, warga Kabupaten Ngawi, meninggal dunia di IGD RSUD Dr Soeroto Ngawi saat menjalani perawatan medis.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi mengatakan, pihaknya langsung mendatangi rumah sakit setelah mendapat informasi dari warga.

"Mendadak kejang-kejang usai meminum cairan dalam toples, tempat menampung oli bekas yang menetes dari sepeda motornya yang diparkir di dalam rumah,” kata Aris kepada wartawa, Kamis (3/7).

Saat kejadian, ayah korban tengah bekerja di luar kota.

Kasus tewasnya bayi berusia 13 bulan ini kini dalam penanganan Polres Ngawi.

“Saat ini kami masih mendalaminya termasuk cairan yang diminum,” katanya.

Korban sempat dilarikan ke IGD RSUD dr. Soeroto Ngawi oleh sang ibu dan kakeknya dalam kondisi tidak sadar. Dokter jaga, dr. Luthfy, mengungkapkan tim medis langsung melakukan tindakan darurat berupa bilas lambung, pemasangan oksigen, serta terapi anti-pendarahan guna menyelamatkan nyawa bayi malang tersebut.

Namun, upaya medis itu tidak membuahkan hasil. Kondisi korban terus memburuk, dengan gejala perdarahan dari hidung dan gangguan pernapasan yang semakin parah.Korban akhirnya meninggal dunia.

“Kami melakukan bilas lambung, pemasangan oksigen, hingga terapi anti-pendarahan. Namun kondisi korban semakin memburuk, keluar darah dari hidung dan napasnya tidak stabil,” pungkasnya.

Editor: Andi
Dilansir dari kumparan

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini