Terungkap! Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Jatim Diduga Gunakan ChatGPT Susun Skenario Hadapi Polisi


SURABAYA, iNET99.id – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan dan pembakaran jasad ibu dan anak di Jawa Timur. Tersangka Dwi Bagus Martono (40) diduga memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ChatGPT untuk membantu menyusun rencana pembunuhan, hingga mempelajari kemungkinan jawaban saat menghadapi pemeriksaan polisi.

ChatGPT disebut tidak hanya digunakan untuk mempelajari berbagai kemungkinan dalam menjalankan aksinya, tetapi juga membantu tersangka menyiapkan skenario apabila nantinya ditangkap dan dimintai keterangan oleh penyidik.

Fakta tersebut terungkap setelah Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus pembunuhan Dini Hardianti (30) dan anak laki-laki mereka berinisial AG yang masih berusia empat tahun.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa perencanaan pembunuhan tersebut telah disusun tersangka sekitar satu minggu sebelum eksekusi dilakukan.

Penggunaan ChatGPT diketahui setelah penyidik melakukan analisis terhadap rekam digital pada ponsel pribadi tersangka melalui Laboratorium Forensik Polda Jatim.

"Tersangka mempelajari kemungkinan-kemungkinan antisipasi jika dimintai keterangan oleh kepolisian. Dia belajar dari AI, skenario-skenario jawaban kalau polisi menanyakan A atau B, semuanya sudah disiapkan," ujar Jumhur saat ditemui di Teras Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dilansir dari tribunnews.

Dalam pemeriksaan lanjutan, penyidik juga menemukan bahwa tersangka mengubah hampir sebagian besar keterangan yang sebelumnya telah disampaikan. Perubahan keterangan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Selain temuan penggunaan AI, penyidik mengungkap adanya rencana alternatif yang disiapkan tersangka untuk menghilangkan jasad kedua korban. Bagus disebut sempat merencanakan penggunaan drum besi dan cairan kimia yang telah dibeli sebelumnya.

Namun, rencana tersebut tidak dilaksanakan. Tersangka akhirnya memilih membakar jasad kedua korban dengan menggunakan tumpukan kayu kering dan cairan solar.

"Ada juga temuan menarik terkait pembelian drum. Itu untuk alternatif. Tersangka sempat berencana memfermentasi jasad korban menggunakan larutan kimia yang sudah dibeli. Tapi rencana merendam itu tidak dilaksanakan, hingga akhirnya jasad dibakar," jelas Jumhur.

Temuan rekam digital tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan penyidikan kasus yang menewaskan seorang perempuan dan anaknya tersebut. Penyidik masih mendalami berbagai bukti untuk memastikan rangkaian perencanaan hingga pelaksanaan tindak pidana yang dilakukan tersangka.

Red.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini