Dapur MBG di Bondowoso Disegel Yayasan, Warga Berdatangan hingga Sempat Ricuh
iNet99NEWS
0 menit baca

Kapolsek Wonosari, Iptu I Nyoman Subur, bersama Camat Wonosari, Rahmatullah, dan Danramil Wonosari berusaha menenangkan massa yang ricuh di SPPG Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Jatim.
BONDOWOSO, iNET99.id – Penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berujung ketegangan dan kericuhan pada Minggu (1/11/2026).
Suasana di sekitar bangunan dapur yang digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut sempat memanas setelah puluhan warga dan massa mendatangi lokasi.
Kedatangan massa dipicu kabar bahwa banner penyegelan yang sebelumnya dipasang oleh pihak yayasan diduga telah dibuka paksa oleh pihak tertentu. Situasi semakin tegang di tengah persoalan sengketa kepemilikan lahan yang menjadi lokasi berdirinya fasilitas SPPG.
Lahan seluas sekitar 1.870 meter persegi itu diklaim sebagai tanah wakaf milik Yayasan Darut Tholabah. Pihak yayasan mempersoalkan keberadaan bangunan dapur MBG yang berdiri di atas lahan tersebut.
Konflik kemudian memuncak setelah pihak yayasan memasang bambu dan banner penutupan di pintu masuk utama lokasi pada Minggu (1/11/2026). Langkah tersebut dilakukan setelah peringatan yang sebelumnya disampaikan kepada pihak pengelola disebut tidak diindahkan.
Kuasa Hukum Yayasan Darut Tholabah, Nurul Jamal Habaib, mengatakan penyegelan dilakukan karena pihak yayasan merasa memiliki dasar untuk mempersoalkan penggunaan lahan tersebut.
"Penyegelan ini berawal dari adanya pihak yang mengklaim tanah yayasan, lalu dibangunlah SPPG ini, bahkan kami pihak yayasan sempat digugat, namun hasil gugatannya N.O. atau mereka kalah, setelah itu kami berikan peringatan agar tidak ada aktivitas, tapi ternyata masih ada aktivitas, sehingga kami lakukan penyegelan," tegas Nurul.
Di tengah situasi yang memanas, Camat Wonosari sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Wonosari, Rahmatullah, mengambil langkah untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Ia menyampaikan bahwa operasional dapur SPPG untuk sementara dihentikan setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh unsur Muspika kepada pihak yayasan dan kepala SPPG.
"Berdasarkan pendekatan persuasif dari Muspika kepada pihak yayasan maupun Kepala SPPG, diputuskan untuk tidak beroperasi terlebih dahulu," terang Rahmatullah.
Keputusan penghentian sementara tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sembari menunggu persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui jalur hukum.
Aparat kepolisian bersama personel TNI dari Koramil juga mendatangi lokasi untuk meredam ketegangan di tengah kerumunan warga.
Kapolsek Wonosari, Iptu I Nyoman Subur, memastikan situasi berhasil dikendalikan melalui komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, warga dapat memahami apa yang kami sampaikan dan situasi tetap kondusif," ujar I Nyoman Subur.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, aparat keamanan bersama pihak kecamatan akan meningkatkan patroli gabungan di wilayah Wonosari.
Persoalan sengketa lahan tersebut diharapkan dapat diselesaikan melalui koridor hukum yang berlaku. Dengan demikian, ketertiban masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi konflik lanjutan di sekitar fasilitas pelayanan MBG.
Editor: Andi