ADVERTISEMENT
Iklan

Totalitas Tanpa Batas, Mulyati Dedikasikan Hidup untuk Warga Bandung Lewat Sosial dan Pencak Silat

Totalitas Tanpa Batas, Mulyati Dedikasikan Hidup untuk Warga Bandung Lewat Sosial dan Pencak Silat

Bandung, iNet99.id - Kota Bandung kembali melahirkan sosok perempuan inspiratif yang mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan masyarakat luas. 

Bernama lengkap Mulyati, warga yang tinggal di kawasan Jalan Leuwipanjang ini dikenal sebagai figur multi-peran yang tak kenal lelah bergerak di berbagai lini kehidupan sosial, mulai dari jaminan sosial hingga pelestarian budaya tradisional.

Kehidupan sehari-hari Mulyati diisi dengan aktivitas mulia yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia aktif mengemban amanah sebagai kader JKN PESIAR BPJS Kesehatan serta menjalankan peran strategis sebagai Perisai BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui peran ganda ini, ia menjadi garda terdepan dalam memastikan perlindungan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat diakses secara merata oleh masyarakat luas di Kota Bandung.

Kesibukan Mulyati di sektor jaminan sosial ternyata tidak membuatnya melupakan panggilan jiwanya di bidang kemanusiaan. Sebagai seorang aktivis sosial yang berdedikasi tinggi, ia kerap turun tangan mendampingi warga yang membutuhkan bantuan.

Jiwa sosial yang tertanam kuat dalam dirinya menjadikan Mulyati sosok yang sangat dihormati dan disegani di lingkungan tempat tinggalnya maupun di tingkat kota.

Tidak berhenti pada bidang sosial dan jaminan kesehatan, kecintaan Mulyati terhadap tanah air juga diwujudkan melalui dedikasinya yang mendalam terhadap seni dan budaya Sunda. Bagi Mulyati, budaya adalah identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak lekang oleh zaman. 

Totalitas Tanpa Batas, Mulyati Dedikasikan Hidup untuk Warga Bandung Lewat Sosial dan Pencak Silat

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan seni budaya Sunda telah ia buktikan selama bertahun-tahun melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

Konsistensinya dalam melestarikan warisan leluhur membawa Mulyati dipercaya untuk memegang tampuk pimpinan tertinggi sebagai pimpinan Paguron Gajah Putih Medal Pusaka.

Di bawah kepemimpinannya, paguron ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlatih seni bela diri tradisional, tetapi juga wadah pembinaan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta budaya lokal.

Totalitas Tanpa Batas, Mulyati Dedikasikan Hidup untuk Warga Bandung Lewat Sosial dan Pencak Silat

Peran aktif Mulyati di kancah pencak silat nasional juga terbukti nyata melalui posisinya di struktur organisasi Komite Pencak Silat Indonesia (KPSTI). Di organisasi tersebut, ia dipercaya mengemban amanah penting sebagai Bendahara Umum.

Tanggung jawab ini menuntut profesionalisme tinggi, yang berhasil ia jalankan dengan baik demi kemajuan pencak silat di Indonesia.

Menjalankan berbagai peran besar secara bersamaan tentu bukan perkara mudah, namun Mulyati mampu membuktikannya dengan penuh keseimbangan.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang ia jalani memiliki satu benang merah yang sama, yaitu semangat pengabdian kepada masyarakat dan kecintaan yang tulus kepada sesama manusia serta budaya bangsa.

Dalam sebuah kesempatan wawancara khusus, Mulyati mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya sinergi antara perlindungan sosial dan pelestarian budaya.

Ia meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kesejahteraan ekonominya saja, melainkan juga dari sejauh mana masyarakatnya peduli terhadap perlindungan sosial dan konsisten merawat akar budaya lokal.

"Sebagai bagian dari masyarakat Kota Bandung, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk, pertama, memastikan perlindungan jaminan sosial bagi sesama melalui peran di BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, dan kedua, menjaga warisan leluhur kita agar tetap hidup," ujar Mulyati saat ditemui di kawasan Leuwipanjang, Bandung.

Lebih lanjut, Mulyati menegaskan bahwa tugas seorang kader jaminan sosial dan aktivis budaya harus berjalan beriringan.

Ia melihat banyak warga yang belum sepenuhnya memahami pentingnya jaminan perlindungan kerja dan kesehatan, sehingga edukasi langsung di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program-program sosial pemerintah.

"Melalui peran sebagai kader JKN Pesiar dan Perisai, saya ingin hadir langsung di tengah warga untuk memberikan edukasi dan kemudahan akses. Di sisi lain, lewat Paguron Gajah Putih Medal Pusaka dan KPSTI, saya ingin memastikan anak-anak muda kita tetap bangga memiliki identitas budaya Sunda yang kaya akan nilai luhur," tambahnya dengan penuh semangat.

Kehadiran sosok seperti Mulyati di Kota Bandung memberikan angin segar sekaligus inspirasi bagi kaum perempuan untuk terus berkarya dan mengambil peran strategis di ruang publik.

Kiprahnya membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin organisasi besar, menggerakkan roda sosial, sekaligus menjadi pelindung tradisi budaya secara bersamaan tanpa keraguan.

Ke depan, Mulyati berharap agar semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk peduli terhadap sesama serta ikut serta melestarikan seni pencak silat dan budaya Sunda. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, pegiat sosial, dan masyarakat, ia optimis masa depan bangsa Indonesia akan semakin kuat, sejahtera, dan berbudaya luhur.


Pewarta: Yayan

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini