Mencekam! Mahasiswa Jadi Korban Dugaan Pembegalan di Cisaranten Bandung, Satu Orang Dibacok

Foto tangkap layar kamera CCTV, inet99.id

BANDUNG, iNET99.id – Dugaan aksi pembegalan disertai penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di kawasan pintu perlintasan rel kereta api Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang menjadi korban, masing-masing berinisial FAA (20), WMS (19), dan SA (21). Salah seorang korban, WMS, mengalami luka akibat dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis belati atau sangkur. Sementara dua korban lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Korban WMS kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Al-Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, oleh anggota Polsek Arcamanik yang saat itu sedang melaksanakan patroli bersama dua rekan korban.

Berdasarkan keterangan salah seorang korban yang selamat, FAA, peristiwa bermula ketika dirinya bersama WMS dan SA hendak pulang setelah menghadiri Festival Hadroh se-Jawa Barat di lingkungan kampus Universitas Al-Ghifari, kawasan Arcamanik, Kota Bandung.

Saat melintasi Jalan Cisaranten Kulon, ketiganya berhenti karena pintu perlintasan rel kereta api sedang tertutup untuk memberikan jalan kepada kereta yang akan melintas.

Namun, situasi yang semula berjalan normal berubah mencekam setelah beberapa orang tidak dikenal mendatangi mereka. Dua orang di antaranya diduga melakukan intimidasi dan penganiayaan terhadap WMS dan SA yang saat itu berboncengan sepeda motor.

Kedua korban sempat berusaha meninggalkan lokasi kejadian. Namun, sepeda motor Honda Beat berwarna putih biru yang ditumpangi WMS dan SA ditendang oleh salah seorang terduga pelaku hingga terjatuh di tengah perlintasan rel kereta api.

Dalam kondisi panik, keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motor tersebut. Naas, WMS tidak berhasil menjauh dari lokasi dan diduga menjadi sasaran penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis belati atau sangkur.

Sementara itu, SA berhasil melarikan diri ke arah Jalan Soekarno-Hatta untuk mencari pertolongan.

Di sisi lain, FAA juga sempat meninggalkan lokasi menuju kampus Universitas Al-Ghifari untuk meminta bantuan kepada rekan-rekannya. Saat itu, FAA menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning miliknya.

Tidak lama kemudian, FAA kembali ke lokasi bersama PSA (22) dengan maksud memberikan pertolongan kepada WMS.

Setibanya di lokasi, FAA dan PSA mendapati tujuh orang berada di tempat kejadian, terdiri atas WMS dan enam orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Saat ditemukan, WMS dalam kondisi terluka dan berada dalam posisi duduk di pinggir jalan. Sementara itu, sepeda motor miliknya terlihat sedang diduduki oleh salah seorang terduga pelaku, sedangkan seorang lainnya diduga tengah melakukan penganiayaan terhadap WMS.

Melihat kondisi tersebut, FAA dan PSA berupaya memberikan pertolongan. Namun, niat tersebut terhalang setelah salah seorang terduga pelaku mengancam mereka menggunakan senjata tajam jenis belati atau sangkur.

Akibat ancaman tersebut, PSA melarikan diri ke arah Jalan Soekarno-Hatta untuk mencari bantuan, sedangkan FAA kembali menyelamatkan diri dengan berlari menuju kampus.

Berdasarkan keterangan mengenai situasi di lokasi, keenam orang yang diduga terlibat tersebut memiliki peran dan posisi berbeda. Satu orang berada di atas sepeda motor milik WMS, satu orang diduga melakukan penganiayaan terhadap WMS, dua orang lainnya berada di sekitar lokasi, sedangkan dua orang lainnya bergerak mendekati WMS, FAA, dan PSA.

Selanjutnya, keenam orang tersebut diduga berpencar dan melakukan pengejaran. Tiga orang di antaranya disebut mengejar PSA menggunakan sepeda motor, sementara tiga orang lainnya berupaya mengejar dan menghentikan FAA yang sedang menyelamatkan diri.

Dalam situasi tersebut, FAA terus berupaya menghindari kejaran sembari meminta pertolongan kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, PSA yang berupaya mencari bantuan kemudian bergerak menyeberang ke arah Cipamokolan dengan tujuan menuju kantor Polsek Cinambo. Namun, dalam perjalanan, PSA melihat mobil patroli Polda Jawa Barat dan langsung meminta bantuan kepada petugas.

Bersama petugas kepolisian, PSA kemudian kembali menuju lokasi kejadian. Di sana, ditemukan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut dalam kondisi mengalami luka bacokan dan berlumuran darah, serta seorang perempuan berada di lokasi.

Petugas Polda Jawa Barat selanjutnya membawa laki-laki tersebut ke RSUD Ujungberung, Kota Bandung, untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan para korban, laki-laki yang dibawa ke rumah sakit tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok yang terlibat dalam insiden tersebut. Para korban juga menduga luka bacokan yang dialaminya terjadi akibat senjata tajam yang digunakan oleh rekannya sendiri. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pendalaman dari pihak kepolisian.

Dalam rangkaian kejadian tersebut, PSA yang berada bersama petugas Polda Jawa Barat sempat pingsan di lokasi. Saat kembali sadar, PSA mengaku sudah berada di lingkungan kampus.

Adapun korban WMS berhasil mendapatkan pertolongan setelah sebelumnya melarikan diri dari lokasi untuk menyelamatkan diri dan membagikan lokasi keberadaannya melalui fitur berbagi lokasi kepada rekannya. Tidak lama berselang, anggota Polsek Arcamanik yang sedang berpatroli datang dan membawa WMS ke Rumah Sakit Al-Islam Bandung.

Atas peristiwa tersebut, ketiga korban, yakni FAA, WMS, dan SA, telah membuat laporan ke Polsek Arcamanik, Kota Bandung.

Hingga berita ini disusun, kronologi tersebut berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para korban. Identitas, jumlah pihak yang terlibat, serta dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut masih memerlukan pendalaman dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.


Red.

Editor : Andi


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini