Merintis dari Bawah, Menutup Pengabdian dengan Penghargaan Presiden: Kisah Moh. Hasbi Umbola
0 menit baca
KOTAMOBAGU, iNET99.id – Perjalanan karier seorang aparatur sipil negara (ASN) tidak selalu dimulai dari jabatan tinggi. Ketekunan, kedisiplinan, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas menjadi modal penting untuk membangun pengabdian yang panjang. Hal inilah yang tergambar dalam perjalanan karier birokrat senior, Moh. Hasbi Umbola, yang mengawali pengabdiannya sebagai staf biasa hingga menempati sejumlah jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.
Perjalanan panjang Moh. Hasbi Umbola menjadi salah satu contoh keteladanan seorang ASN yang meniti karier dari bawah, dengan masa pengabdian mencapai 36 tahun 5 bulan.
Berawal dari Cita-Cita Menjadi Polisi
Perjalanan hidup dan karier Moh. Hasbi Umbola dimulai pada tahun 1982, setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri I Makassar. Saat itu, ia memiliki cita-cita untuk menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia. Namun, keinginan tersebut belum dapat terwujud karena kondisi kesehatannya yang sedang sakit.
Pada Juni 1982, ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dengan berbekal ijazah SMA, Hasbi kemudian berusaha mencari pekerjaan untuk memulai masa depannya.
Kesempatan itu datang pada September 1982, ketika Kantor Departemen Perdagangan Kabupaten Bolaang Mongondow membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Hasbi memasukkan lamaran dan mengikuti tahapan seleksi yang diselenggarakan. Usahanya membuahkan hasil. Ia dinyatakan lulus dan diangkat menjadi pegawai negeri sipil dengan pangkat golongan ruang II/a.
Pada awal pengabdiannya, ia ditempatkan sebagai staf pada Seksi Perdagangan Dalam Negeri, Kantor Departemen Perdagangan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dari posisi inilah langkah panjang pengabdiannya sebagai birokrat dimulai. Berbekal kemauan untuk belajar, disiplin, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan, Hasbi menjalani setiap tahapan kariernya dengan penuh kesungguhan.
Menapaki Berbagai Jabatan Pemerintahan
Setelah menjalani pengabdian selama bertahun-tahun, pada 1998 Hasbi mendapat kesempatan untuk pertama kalinya dimutasi ke Kabupaten Gorontalo. Di tempat tugas yang baru tersebut, ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Subseksi Usaha Industri.
Jabatan itu dijalaninya selama kurang lebih tiga tahun, hingga pada 2001 ia kembali ke Kabupaten Bolaang Mongondow. Ia kemudian bertugas di Kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan dengan jabatan Kepala Subseksi Kimia Hasil Pertanian.
Tidak lama berselang pada tahun yang sama, Hasbi kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Kepala Seksi Kebersihan Pasar pada Dinas Pasar Kabupaten Bolaang Mongondow. Pada periode ini, ia telah mencapai pangkat golongan III/a.
Perjalanan kariernya terus berlanjut. Pada 2004, ia dimutasi ke Kecamatan Kotamobagu Barat untuk menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib).
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2008, Hasbi diangkat menjadi Sekretaris Kecamatan Kotamobagu Utara. Meski hanya menjalani jabatan tersebut selama kurang lebih tujuh bulan, pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan daerah.
Pada tahun yang sama, ia kembali dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Kotamobagu.
Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi yang paling lama diembannya, yakni kurang lebih tujuh tahun. Selama menjalankan tugas itu, ia memperoleh pengalaman dalam pengelolaan pendapatan daerah serta administrasi keuangan pemerintahan.
Menjelang Pensiun, Tetap Dipercaya Mengemban Tugas
Pada 2015, Hasbi kembali mendapat penugasan dari pimpinan untuk menjabat sebagai Inspektur Pembantu Bidang Keuangan dan Kekayaan Daerah.
Dua tahun kemudian, pada 2017, ia diangkat ke dalam jabatan fungsional auditor. Namun, jabatan tersebut hanya dijalaninya selama kurang lebih enam bulan.
Menjelang masa purnabakti, Hasbi masih dipercaya mengemban tugas sebagai Analis Kesatuan Bangsa (Kesbang) pada Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu. Saat itu, ia telah mencapai pangkat golongan IV/a.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya mencapai titik akhir pada Agustus 2019. Moh. Hasbi Umbola resmi memasuki masa pensiun dengan pangkat terakhir golongan IV/b.
Selama menjalani tugas sebagai PNS/ASN, ia telah melewati berbagai penempatan, perubahan organisasi, serta tanggung jawab jabatan yang berbeda-beda. Dari seorang staf dengan pangkat golongan II/a, ia terus berkembang hingga mencapai golongan IV/b menjelang pensiun.
Pengabdian 36 Tahun 5 Bulan dan Penghargaan Satya Lencana
Pengabdian Moh. Hasbi Umbola selama 36 tahun 5 bulan menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur negara.
Atas pengabdiannya tersebut, ia menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian panjangnya sebagai aparatur negara.
Bagi Hasbi, perjalanan karier yang telah dilalui merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai seorang abdi negara. Setiap penempatan dan jabatan yang dipercayakan kepadanya menjadi kesempatan untuk terus bekerja dan memberikan kontribusi bagi pemerintahan.
Kisahnya juga memperlihatkan bahwa perjalanan karier seorang ASN tidak selalu berlangsung secara instan. Ada proses panjang yang harus dijalani, mulai dari posisi staf, menjalankan tugas di berbagai instansi dan wilayah, hingga memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan struktural maupun fungsional.
Menjadi Teladan bagi Generasi ASN
Perjalanan karier Moh. Hasbi Umbola memberikan gambaran tentang arti pengabdian yang dibangun melalui proses panjang. Ia memulai karier dari posisi paling awal dengan pangkat golongan II/a dan menuntaskan masa tugasnya dengan pangkat IV/b setelah lebih dari tiga dekade mengabdi.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa ketekunan, kesabaran, loyalitas, dan tanggung jawab merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang ASN.
Kisah Hasbi juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam karier pemerintahan bukan semata-mata diukur dari tinggi atau rendahnya jabatan, melainkan dari kesediaan menjalankan amanah dengan baik di setiap posisi yang dipercayakan.
Setelah resmi pensiun pada Agustus 2019, jejak pengabdiannya selama 36 tahun 5 bulan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup yang patut dikenang. Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX yang diterimanya menjadi penanda atas panjangnya masa pengabdian tersebut.
Moh. Hasbi Umbola adalah potret birokrat senior yang berkarier dari bawah. Dari seorang staf di Kantor Departemen Perdagangan Kabupaten Bolaang Mongondow hingga mengemban berbagai jabatan di lingkungan pemerintahan, perjalanan hidupnya menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: pengabdian yang tulus, ketekunan dalam bekerja, dan kesetiaan menjalankan tanggung jawab merupakan nilai yang layak diwariskan kepada generasi ASN berikutnya.
Pewarta Ahmad | Editor Andi

