SMKN 4 Malang Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan Verbal Guru terhadap Siswi, Kepala Sekolah Angkat Bicara
iNet99NEWS
0 menit baca
![]() |
| ilustrasi pelecehan seksual, foto gemini ai |
MALANG, iNET99.id – SMKN 4 Kota Malang akhirnya angkat bicara menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang diduga dilakukan seorang guru terhadap sejumlah siswi. Pihak sekolah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para murid, orang tua, serta masyarakat atas peristiwa tersebut.
Dilansir dari dtikcom, Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Malang, Gunawan Dwiyono, mengatakan pihak sekolah telah mendengar aspirasi dan keresahan yang disampaikan para murid. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius dan harus segera ditangani.
"Kami mendengar aspirasi dan keresahan yang disampaikan. Kami tanggapi ini dengan serius," ujar Gunawan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/11/2026).
Menurut Gunawan, persoalan yang ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) tersebut membutuhkan respons cepat dan penanganan yang tepat dari pihak sekolah.
Ia menegaskan, penerapan kedisiplinan di lingkungan pendidikan tidak boleh mengabaikan etika, profesionalisme, serta penghormatan terhadap martabat guru maupun murid.
"Disiplin memang penting, tetapi harus tetap menjunjung etika, profesionalisme, dan martabat guru dan murid. Komentar yang menyasar tubuh atau penampilan fisik tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh murid dan wali murid yang terdampak oleh peristiwa tersebut.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada murid, orang tua/wali murid, dan seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan dan dampak psikologis yang terjadi," tuturnya.
Gunawan juga mengapresiasi keberanian para murid yang telah menyampaikan pengalaman dan keresahan mereka. Menurutnya, keberanian tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penanganan persoalan di lingkungan sekolah.
"Apresiasi kami berikan atas keberanian (murid) bersuara," tegasnya.
Sebelumnya, seorang siswi berinisial Mawar (nama samaran) mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami sejumlah murid di sekolahnya. Mereka diduga mengalami pelecehan verbal yang dilakukan seorang guru berinisial R.
Guru tersebut diketahui mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), sekaligus bertugas di bidang ketertiban sekolah.
Berdasarkan pengungkapan Mawar, peristiwa itu terjadi pada 13 Oktober 2026, setelah kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Saat itu, para murid diarahkan oleh guru tersebut untuk berkumpul dan mendengarkan penyampaian tata tertib sekolah.
Kasus ini kemudian menjadi perhatian setelah pengalaman yang disampaikan para murid ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak sekolah kini telah menyampaikan sikap resmi sekaligus permintaan maaf atas keresahan yang muncul akibat peristiwa tersebut.
RED.
