Kabar Baik! Siswa Miskin di Jabar Bisa Sekolah Gratis di Negeri Maupun Swasta pada SPMB 2026
0 menit baca
KARAWANG, iNet99.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, dan SLB pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat, pemerintah menegaskan siap menanggung biaya pendidikan bagi siswa miskin, baik yang diterima di sekolah negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1, desil 2, dan desil 3.
“Kalau mereka sekolah di swasta, kami biayai. Kalau di negeri, kami gratiskan,” ujar Purwanto, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan pribadi siswa seperti seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
“Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi.
“Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta,” tegasnya.
Selain itu, Disdik Jabar juga akan mengoptimalkan kapasitas sekolah negeri dan swasta guna menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.
“Kami akan optimalkan daya tampung yang ada baik di negeri maupun swasta,” ucapnya.
Untuk daerah yang belum memiliki akses sekolah negeri yang memadai, pemerintah juga menyiapkan sekolah penyangga dengan kapasitas kelas yang disesuaikan kebutuhan.
“Sekolah penyangga ini kelasnya bisa lebih dari 36 sampai 40 siswa karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah negeri atau lokasinya jauh,” tutur Purwanto.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemprov Jabar juga membuka seleksi Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang akan dimulai pada 25 Mei 2026 di 41 SMA dan SMK negeri.
Program tersebut diperuntukkan bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Jalur penerimaan dilakukan melalui sistem seleksi tanpa menggunakan zonasi.
Disdik Jabar juga akan melakukan pemetaan terhadap lulusan SMP dan MTs guna mengetahui minat serta bakat para siswa sebelum proses penerimaan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di wilayah Jawa Barat mencukupi untuk seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.
Jumlah lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat tercatat mencapai 826.996 siswa. Sementara total kapasitas SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.
Adapun kapasitas sekolah negeri mencapai 363.067 kursi, terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri.
Sementara itu, sekolah swasta memiliki kapasitas lebih besar dengan total 546.116 kursi. (Red)
