Demi Persib Juara, Sekjen GPK Imbau Bobotoh Jangan Nyalakan Flare dan Turun ke Lapangan
0 menit baca
Bandung, iNet99.id - Euforia kemenangan Persib Bandung yang semakin dekat harus dibarengi dengan kedewasaan para pendukungnya. Menjelang pertandingan penting Persib, berbagai pihak mulai mengingatkan Bobotoh agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Salah satu imbauan datang dari Sekretaris Jenderal GPK, Andi Setiadi. Ia meminta seluruh Bobotoh untuk mendukung Persib secara positif tanpa melakukan aksi yang melanggar aturan pertandingan. Menurutnya, semangat dukungan harus tetap dalam koridor keamanan dan sportivitas.
Andi Setiadi menegaskan bahwa penggunaan flare atau suar di dalam stadion sebelum pertandingan selesai dapat berdampak buruk bagi Persib. Selain mengganggu jalannya pertandingan, tindakan tersebut juga berpotensi memicu sanksi dari operator liga maupun federasi sepak bola Indonesia.
“Jangan sampai euforia berlebihan justru merugikan Persib sendiri. Kita semua ingin Persib juara, maka mari jaga bersama kondusivitas pertandingan,” ujar Andi Setiadi dalam keterangannya.
Selain larangan menyalakan flare, Bobotoh juga diimbau untuk tidak turun ke lapangan usai pertandingan. Aksi invasi lapangan dinilai sangat berbahaya, baik bagi pemain, official, maupun para suporter sendiri. Situasi yang tidak terkendali dapat memicu kericuhan yang berujung sanksi berat bagi klub.
Menurut Andi Setiadi, dukungan terbaik bagi Persib adalah menciptakan atmosfer stadion yang aman, tertib, dan nyaman. Ia berharap Bobotoh bisa menjadi contoh suporter dewasa yang mampu menjaga nama baik klub di mata nasional.
Imbauan ini muncul karena Persib tengah berada dalam momentum penting dalam persaingan kompetisi. Setiap pertandingan memiliki arti besar terhadap posisi klasemen dan peluang meraih gelar juara musim ini. Karena itu, semua pihak diminta untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman.
Andi Setiadi juga mengingatkan bahwa regulasi kompetisi sepak bola saat ini sangat ketat terhadap pelanggaran yang dilakukan suporter. Klub dapat dikenai denda, larangan pertandingan dengan penonton, bahkan pengurangan poin apabila terjadi kerusuhan atau pelanggaran serius.
“Kalau ada kerusuhan, flare berlebihan, atau aksi turun ke lapangan, dampaknya bukan hanya ke panitia, tapi bisa langsung ke klub. Ini yang harus dipahami bersama,” katanya.
Di media sosial, banyak Bobotoh mulai mendukung ajakan tersebut. Mereka mengajak sesama pendukung Persib untuk merayakan pertandingan dengan tertib demi menjaga peluang Persib menjadi juara tanpa hambatan sanksi disiplin.
Semangat loyalitas Bobotoh selama ini memang dikenal luar biasa. Namun di era sepak bola modern, dukungan yang dewasa dan tertib menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra positif sebuah klub besar seperti Persib Bandung.
Dengan adanya imbauan dari berbagai pihak, termasuk Sekjen GPK Andi Setiadi, diharapkan seluruh Bobotoh dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Demi Persib juara, mari dukung tim kebanggaan dengan cara yang positif, aman, dan bermartabat.
Editor: Andi
