Halal Bihalal PD IGRA Kabupaten Bandung Dihadiri 900 Guru RA, Permainan Tradisional Sunda Diperkenalkan Kembali
0 menit baca
Bandung iNet99.id — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Dome Balerame Soreang, Kamis (2/4/2026), saat sekitar 900 kepala dan guru Raudhatul Athfal (RA) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) bersama Kelompok Kerja RA (KKRA) Kabupaten Bandung.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi setelah Hari Raya Idulfitri, tetapi juga dirangkaikan dengan pelantikan program Kaulinan Barudak, yang bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional Sunda sebagai bagian dari pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan yang mengusung tema "Ngamumule Budaya Sunda, Nguatkeun Silaturahmi, Ngaronjatkeun Kaparigelan Guru RA" ini menjadi ruang kebersamaan bagi para pendidik RA sekaligus upaya memperkuat peran guru dalam mengenalkan nilai budaya kepada anak-anak.
Sejak pagi, para peserta terlihat memadati area kegiatan. Selain saling bersilaturahmi, mereka juga mengikuti rangkaian pelatihan yang memperkenalkan berbagai kaulinan barudak atau permainan tradisional yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar di sekolah.
Ketua PD IGRA Kabupaten Bandung, Hj. Ahadiyati Emila, S.Ag, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar kepala dan guru RA setelah menjalani bulan Ramadan dan Idulfitri.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi setelah Idulfitri, saling memaafkan, sekaligus memperkuat kebersamaan di antara kepala dan guru RA se-Kabupaten Bandung," ujar Hj. Ahadiyati Emila.
Menurutnya, pengenalan permainan tradisional dalam pendidikan anak usia dini memiliki nilai penting karena selain menyenangkan juga mengandung pesan kebersamaan serta kearifan lokal yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Ia berharap materi yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan kembali oleh para guru di lingkungan sekolah masing-masing.
"Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini para guru dapat menyampaikan kembali kepada anak didiknya sehingga anak-anak dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya sejak dini," katanya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, S.Pd.I., M.M.
Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung, Hj. Nana Rostiana, M.Ag, serta sejumlah pejabat, pengurus organisasi, dan tamu undangan lainnya.
Melalui momentum tersebut, keluarga besar RA di Kabupaten Bandung diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya mendidik generasi muda, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Pewarta: Uus
