BREAKING NEWS

KPAD Kota Bandung Gelar OPSGAB Yustisia, 30 Pelajar SMP Luar Kota Dipulangkan


BANDUNG | iNet99.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bandung (KPAD) Kota Bandung mengambil langkah tegas dalam upaya menjaga keamanan serta memastikan hak-hak anak tetap terlindungi di wilayahnya.

Pada Sabtu dini hari (14/02/2026), KPAD berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung, DP3A Kota Bandung, dan Satpol PP Kota Bandung menggelar Operasi Gabungan (OPSGAB) Yustisia di sejumlah titik rawan di pusat Kota Bandung.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah kawasan strategis, di antaranya Perempatan Lima, Asia Afrika, Masjid Agung, Kepatihan, Kebon Kalapa, Pendopo, Otista hingga Kautamaan Istri. Operasi ini merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap potensi kerentanan anak pada jam-jam rawan menjelang pagi.

Dalam pelaksanaan operasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih berada di luar rumah pada waktu dini hari. Dari hasil pendataan terungkap bahwa sekitar 30 remaja berstatus pelajar tingkat SMP ditemukan di lokasi dan seluruhnya berasal dari luar Kota Bandung.

Selain itu, petugas juga menemukan anak-anak di bawah umur yang turut dibawa orang tuanya bekerja hingga larut malam.

Sebagai langkah preventif, para remaja yang berasal dari luar kota tersebut didata dan kemudian dipulangkan ke daerah asalnya menggunakan armada truk Satpol PP. Sementara itu, para orang tua yang membawa anak bekerja diberikan peringatan keras sekaligus edukasi agar memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan serta tidak berada di lingkungan kerja yang berisiko.

Wakil Ketua KPAD Kota Bandung, M. Arif Djajanagara, S.H., M.Kn., yang turut turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa penertiban ini bukan sekadar tindakan administratif.

“Langkah penertiban dilakukan semata-mata sebagai bentuk pencegahan risiko dan perlindungan terhadap anak, mengingat kerentanan mereka pada jam rawan malam hari sangat tinggi,” ujar Arif.

Sementara itu, Ketua KPAD Kota Bandung, Ita Dianawati, S.Pd, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinsos yang dipimpin Yorisa Sativa, M.Kes serta DP3A di bawah arahan Uum Sumiati, M.Si.

“Kami berkomitmen terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak anak melalui kolaborasi lintas OPD, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil. Ini adalah langkah nyata mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak dan Ramah Anak, yang menjadi program prioritas Bapak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, S.E.,” tegas Ita.


Red.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini