Ateng Sutisna Nilai Majalengka Kian Menggeliat Berkat Politik Kolaboratif
0 menit baca
Majalengka, iNet99.id - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ateng Sutisna, memberikan catatan positif terhadap dinamika pembangunan dan iklim politik di Kabupaten Majalengka. Meski kini duduk di parlemen pusat, Ateng menegaskan dirinya tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah di wilayah konstituennya.
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat IX (Subang, Majalengka, Sumedang) itu menyoroti mulai masuknya investasi ke daerah yang dikenal sebagai Kota Angin. Menurut Ateng, geliat investor tersebut menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi Majalengka yang perlahan menunjukkan pergerakan signifikan.
Melampaui Sekat Politik
Dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (24/2/2026), Ateng secara khusus menyoroti gaya kepemimpinan Bupati Majalengka yang dinilainya inklusif. Ia mengapresiasi sikap kepala daerah yang dinilai mampu merangkul berbagai elemen, termasuk pihak-pihak yang secara politik berada di luar barisan pendukungnya.
“Saya melihat Pak Bupati ini merangkul semua pihak. Termasuk saya yang tidak separtai, bahkan kemarin sempat berhadap-hadapan,” ujar Ateng.
Menurutnya, sikap tersebut tercermin jelas dalam peringatan hari jadi Majalengka yang dihadiri oleh tokoh masyarakat lintas partai dan berbagai kalangan. Kehadiran para politisi, baik yang aktif di daerah maupun yang berkiprah di tingkat nasional, dinilai sebagai sinyal terbukanya ruang komunikasi dan kerja sama politik yang sehat.
Momentum Kolaborasi
Ateng menegaskan bahwa perbedaan sikap politik pada masa kontestasi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kerja bersama setelahnya. Ia menyebut, saat ini adalah momentum untuk menyatukan visi demi percepatan pembangunan Majalengka.
“Sekarang sudah harus melebur, menyatu. Saya siap mendukung, dan beliau juga siap menerima kolaborasi,” tuturnya.
Dalam nada berseloroh, Ateng mengungkapkan bahwa pada masa kompetisi politik lalu, disiplin partai menjadi batas yang tak bisa dilanggar. Ia bahkan menyebut risiko Pergantian Antar Waktu (PAW) jika menunjukkan dukungan di waktu yang keliru. Namun, menurutnya, fase tersebut kini telah berlalu.
Pasca-kontestasi, Ateng menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan lintas kepentingan politik. Tujuannya satu: memastikan investasi yang masuk dapat dikelola secara optimal dan pembangunan di Majalengka berjalan berkelanjutan, dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Rosa/Oca)
