BREAKING NEWS

UPDATE! Serangan 91 Drone Ukraina ke Kediaman Putin, Trump Marah dan Rusia Ancam Balasan

Ⓒ Hak cipta foto di bawah ini dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

INET99.id - Informasi mengenai dugaan serangan 91 drone Ukraina ke salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin mendadak viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Insiden tersebut dengan cepat memicu perhatian internasional, terutama karena disebut menyasar langsung properti milik kepala negara Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung.

Serangan drone itu juga dilaporkan memancing reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang disebut marah atas upaya penyerangan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Presiden Donald Trump, yang turut membahas perkembangan terbaru konflik Rusia–Ukraina serta eskalasi keamanan yang kian memburuk.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan bahwa serangan drone terjadi di salah satu kediaman Putin yang berada di wilayah Novgorod, Rusia barat laut.

Menurut Lavrov, insiden itu berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari waktu setempat.

Lavrov menuding Ukraina telah meluncurkan sekitar 91 drone jarak jauh dalam serangan tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa seluruh drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia tanpa menimbulkan kerusakan apa pun.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas membantah keterlibatan negaranya dalam insiden tersebut.
Pemerintah Rusia tetap mengancam akan membalas dendam terhadap Ukraina setelah menuduh hampir 100 drone telah menargetkan kediaman Presiden Putin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menolak klaim Rusia tersebut dan menyatakan negaranya tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Rusia juga dilaporkan melancarkan serangan ke Ukraina.
Rusia merilis rekaman yang menunjukkan pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik di wilayah Belarusia.

Duta Besar Rusia untuk Belarusia, Boris Gryzlov, menggunakan pidato Tahun Barunya untuk mengonfirmasi penempatan sistem rudal tersebut.

“Sistem rudal Oreshnik Rusia telah mulai bertugas di [Belarus]. Langkah ini merupakan konfirmasi yang jelas tentang efektivitas perjanjian antarnegara bilateral tentang jaminan keamanan di dalam Negara Persatuan, yang mulai berlaku pada bulan Maret,” demikian bunyi pernyataan tersebut menurut TASS.

Penempatan rudal di negara yang berbatasan langsung dengan anggota NATO dan Ukraina ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang Rusia di Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.


Editor •Andi

Baca Artikel dalam bahasa inggris DISINI
 
Rusia Ukraina Drone Rumah Presiden Rusia
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini