BREAKING NEWS

Gen Z Majalengka Ikut Andil Tanam Pohon Bersama TNGC di Gunung Ciremai


Majalengka | iNet99.id - Paguyuban Siliwangi Majakuning menggandeng pelajar SMAN 1 Talaga dan MAN 1 Majalengka dalam aksi penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Rabu (11/2/2026). Hingga kini, lebih dari 100 ribu pohon telah ditanam sebagai langkah mitigasi bencana longsor di wilayah Majalengka dan Kuningan.

Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis lereng Gunung Ciremai, termasuk Argalangga, Cikaracak, dan Payung. Program ini menjadi bagian dari upaya konservasi jangka panjang untuk memperkuat tutupan vegetasi di kawasan hulu yang rawan terdampak curah hujan tinggi.

Koordinator Lapangan Paguyuban Siliwangi Majakuning, Itang, yang mewakili Ketua Paguyuban Nanang, menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis.

“Mudah menanam, tetapi untuk perawatan ke depan harus berlanjut. Penanaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen pemeliharaan berkelanjutan,” ujar Itang di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, sejak program berjalan, jumlah pohon yang telah tertanam mencapai lebih dari 100 ribu batang di wilayah perbatasan Kabupaten Majalengka dan Kuningan. Program tersebut juga melibatkan H. Nandar sebagai Ketua Panitia Penanaman.

Partisipasi pelajar menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini. Dari SMAN 1 Talaga (Arlingga 03), sebanyak 23 siswa di bawah pendampingan Yanwar Prasetio terjun langsung ke lokasi penanaman. Sementara itu, enam anggota pecinta alam MAN 1 Majalengka (PALAMANTA) yang dipimpin Nanda turut ambil bagian.

Kehadiran generasi muda dinilai penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan. Selain menanam, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai fungsi ekologis hutan sebagai penyerap air, pengikat tanah, dan penyangga kehidupan masyarakat di sekitar kaki gunung.

Inisiatif ini dilatarbelakangi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di kawasan pegunungan. Curah hujan tinggi dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu longsor dan kerusakan lahan. Penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah serta mengurangi potensi erosi.


Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari unsur Kecamatan, Polsek, BPBD, serta Kelompok Tani Hutan (KTH). Kolaborasi lintas sektor ini mempertegas bahwa konservasi kawasan TNGC bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama.

Musim penghujan yang berlangsung dari Desember hingga Maret dimanfaatkan sebagai momentum optimal untuk penanaman. Namun, keberlanjutan perawatan menjadi faktor penentu keberhasilan rehabilitasi hutan dalam jangka panjang.

Aksi para pelajar di lereng Ciremai menjadi simbol estafet kepedulian lingkungan. Upaya konservasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus berlanjut sebagai investasi ekologis masa depan.


Pewarta •Yudhistira

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini