Majalengka Tuan Rumah Kursus Lisensi D Nasional, Diikuti Peserta Termuda 17 Tahun
0 menit baca
![]() |
| Aryasatya Ramdhan Muslim, pemuda 17 tahun asal Majengka mengikuti materi dari Coach Kartono di Warung Jambu. (Foto : Eko Widiantoro) |
Majalengka, iNet99.id – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Majalengka kembali dipercaya PSSI untuk menjadi tuan rumah Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D Nasional, Senin (22/12/2025).
Kursus ini diikuti 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari wilayah Ciayumajakuning, peserta juga datang dari luar Pulau Jawa hingga Kalimantan Selatan.
Asisten lokal Askab PSSI Kabupaten Majalengka, Yoga, mengatakan mayoritas peserta merupakan pelatih aktif yang ingin meningkatkan kapasitas sekaligus memenuhi legalitas kepelatihan sesuai regulasi PSSI.
“Dari 30 peserta, 16 di antaranya berasal dari Majalengka. Peserta terjauh datang dari Kalimantan Selatan,” kata Yoga.
Salah satu peserta, Muhammad Nur, mengaku tertarik mengikuti kursus tersebut setelah mendapat rekomendasi dari atasannya. Meski baru pertama kali datang ke Majalengka, ia mengaku nyaman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Panitianya serius dan fasilitasnya bagus. Saya merasa enjoy mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Kursus ini juga diikuti peserta termuda asal Majalengka, Aryasatya Ramdhan Muslim, yang baru berusia 17 tahun. Kehadirannya menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kepelatihan sepak bola.
Yoga menambahkan, biaya pendaftaran kursus Lisensi D Nasional ini sebesar Rp3,5 juta per peserta. Materi teori dipusatkan di Gedung Islamic Center Majalengka, sedangkan sesi praktik dilaksanakan di Stadion Warung Jambu Majalengka.
“Kami berharap melalui kursus ini akan lahir lebih banyak pelatih yang bisa berkontribusi terhadap peningkatan prestasi sepak bola Majalengka,” ujarnya.
Sementara itu, instruktur kursus Coach Kartono Pramdhan menegaskan bahwa kepemilikan lisensi merupakan keharusan bagi seorang pelatih sepak bola.
“Lisensi D Nasional adalah jenjang awal yang wajib dimiliki pelatih. Ini bagian dari program PSSI untuk menambah jumlah pelatih di Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebut, materi yang diberikan menitikberatkan pada permainan sepak bola yang terstruktur dengan pembaruan materi kepelatihan terkini.
Selama lima hingga enam hari, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik kepelatihan. Kartono berharap peserta dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Harapannya mereka bisa naik ke Lisensi C Nasional tahun depan dan melatih secara terorganisir,” katanya.
Kartono juga menilai Stadion Warung Jambu Majalengka layak digunakan untuk pelaksanaan kursus pelatih, bahkan hingga level Lisensi C Nasional.
Di akhir kegiatan, ia berpesan agar peserta tetap fokus dan terus belajar.
Pewarta •Eko Widiantoro
