BGN Soroti Siswa Unggah Menu MBG Berbelatung Ke Medsos: Kurang Bersyukur
0 menit baca
Ⓒ Hak cipta foto di bawah ini dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
MBG
BGN
Belatung
Viral
INET99.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menilai tindakan siswa yang mengunggah keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial mencerminkan sikap yang kurang bersyukur.
Pemerintah meminta agar persoalan dalam pelaksanaan program tersebut disampaikan melalui jalur resmi, bukan dipublikasikan di platform digital.
Dewan Pakar BGN, Ikeu Tanziha, mempertanyakan manfaat yang diperoleh siswa ketika memposting temuan buruk pada menu MBG, seperti adanya belatung di dalam makanan. Hal itu disampaikannya dalam diskusi MBG di Ruang Belajar Alex Tilaar, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Desember 2025.
“Seperti tadi contoh ada belatung di menu MBG, apa untungnya buat anak?” kata Ikeu.
Menurut Ikeu, unggahan semacam itu justru berpotensi membentuk karakter negatif pada anak. Ia mengkhawatirkan kebiasaan menyebarkan keluhan ke media sosial dapat menanamkan sikap tidak bersyukur sejak dini.
“Kami takutnya, itu malah membentuk jiwa tidak bersyukur dari anak-anak,” ujarnya.
Ikeu meminta siswa yang menemukan masalah pada menu MBG agar segera melaporkannya kepada guru di sekolah. Ia menilai persoalan tersebut dapat diselesaikan secara langsung tanpa harus disebarluaskan ke publik.
“Misalnya soal ditemukan belatung tadi. Bilang ke guru. Nanti akhirnya ada solusi, oh diganti dengan yang ini. Sudah beres. Karena hanya satu yang ada belatungnya, kenapa mesti diposting?” kata dia.
Selain itu, BGN juga mendorong masyarakat, termasuk wali murid, untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada pemerintah. Saat ini, kata Ikeu, pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan sistem pengaduan terpadu agar laporan dapat disampaikan secara langsung.
“Siapa pun nanti yang punya pulsa, tidak punya pulsa, bisa menelepon dan mengadukan. Kalau saat ini memang masih berbayar. Tapi sedang dibuat bagaimana orang yang menelepon itu nanti tagihannya masuk ke BGN,” ujarnya.
Pernyataan Ikeu tersebut merespons pandangan Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri. Iman menilai banyak murid dan guru merasa tertekan sehingga enggan menyuarakan persoalan MBG secara terbuka.
“Banyak anak takut untuk posting. Anak muridnya ditekan guru, guru ditekan sekolah. Sekolah mungkin ditekan oleh dinas pendidikan. Nah, dinas pendidikan tidak tahu saya siapa yang menekan,” kata Iman.
Editor •Andi
