BREAKING NEWS

Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Ujungjaya Sumedang: Publik Pertanyakan Mutu Pekerjaan Pondasi


Cirebon, iNet99.id – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan publik setelah dokumentasi lapangan menunjukkan metode pemasangan pondasi yang dinilai belum ideal. 

Proyek ini dikerjakan oleh CV. Putra Pasir Mas dengan nilai kontrak Rp 226.121.228,57, menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA), di bawah koordinasi UPTD PSDA Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung.

Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi ini dimulai sejak 10 November 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan suplai air untuk sektor pertanian setempat. Karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, kualitas pelaksanaan proyek menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.


Temuan Lapangan: Pondasi Dikerjakan di Galian Berair

Pantauan langsung jurnalis iNet99.id di lokasi pada Sabtu, 22 November 2025 menunjukkan pengerjaan pondasi saluran irigasi. Beberapa pekerja terlihat menata batu di dasar galian yang masih tergenang air. Situasi inilah yang kemudian menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi mutu pekerjaan.

Pengamatan langsung iNet99.id di lokasi menunjukkan bahwa proses pemasangan pondasi dilakukan di area galian yang masih tergenang air. Dari sudut pandang logika pembangunan dan kelayakan konstruksi secara umum, kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tahapan kerja yang dilakukan.

Secara kewajaran, pondasi membutuhkan dasar yang stabil juga dipadatkan dan tidak tergenang air untuk memastikan hasil akhir lebih maksimal. Air dan lumpur yang masih berada dalam galian berpotensi mengganggu kerapian penyusunan batu serta kualitas ikatan antar material. Inilah yang kemudian menjadi perhatian tim iNet99.id saat melakukan pemantauan lapangan.


Poin-Poin Teknis yang Menjadi Perhatian

1. Penanganan Air dan Lumpur

Kondisi galian yang masih berair berisiko membuat adukan semen kehilangan kekuatan ikat. Air semestinya dialihkan atau dipompa terlebih dahulu sebelum pekerjaan pemasangan pondasi dilakukan.

Jika tahap ini diabaikan, potensi masalah jangka panjang antara lain:

  • Struktur pondasi menjadi keropos,
  • Ikatan antar batu tidak maksimal,
  • Mudah terjadi retakan atau erosi.


2. Penyusunan Batu Dalam Pondasi

Foto yang diperoleh memperlihatkan batu-batu yang tampak ditata secara acak. Dalam standar konstruksi pasangan batu, penyusunan harus dilakukan berlapis, saling mengunci, dan dipadukan dengan adukan semen yang merata.

Penyusunan batu yang kurang teratur dapat menimbulkan:

  • Rongga antar batu (voids) yang melemahkan struktur,
  • Kurangnya stabilitas pondasi terhadap tekanan tanah atau arus air,
  • Penurunan umur teknis bangunan irigasi.


Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

Sebagai proyek yang menggunakan anggaran publik, pekerjaan rehabilitasi irigasi ini perlu mendapat pengawasan ketat dari pihak terkait. Masyarakat berharap Dinas SDA provinsi Jawa Barat dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung selaku PPK memastikan setiap berjalan sesuai spesifikasi tekhnis.


Poin pengawasan utama yang perlu diperkuat meliputi:

  • Kesesuaian metode kerja dengan standar teknis konstruksi,
  • Penanganan galian berair sebelum pemasangan pondasi,
  • Mutu bahan dan komposisi adukan semen,
  • Kerapian dan keteraturan pemasangan pasangan batu.

iNet99.id sebagai Media Pengawasan Sosial

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, iNet99.id akan terus mengawal pembangunan di daerah, terutama yang menggunakan anggaran negara. Pengawasan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan kerugian negara di kemudian hari.

Proyek irigasi merupakan investasi penting bagi ketahanan pangan. Karena itu, setiap tahapan harus dilaksanakan secara cermat dan transparan. iNet99.id akan terus melakukan pemantauan dan siap menerima tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Dalam pemantauan tersebut, tim iNet99.id juga tidak menjumpai pengawas proyek, pihak pelaksana, maupun perwakilan instansi berwenang di lokasi. Tidak adanya pihak yang dapat dimintai keterangan di lapangan semakin memperkuat kebutuhan akan transparansi dan pengawasan menyeluruh dalam setiap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik.

Redaksi iNet99.id tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait guna melengkapi informasi serta memastikan pemberitaan yang berimbang dan akurat sesuai dengan kaidah jurnalistik.


Pewarta •Yudhistira

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini