Polisi Ringkus Pelaku Penikaman Maut di Dumoga Timur, Ternyata Seorang Residivis
0 menit baca
Ringkasan Berita
Polisi berhasil meringkus AS alias Aldo, residivis kasus sajam yang menjadi terduga pelaku penikaman maut terhadap BKJ (25) di Kelurahan Imandi, Bolmong. Aksi dipicu emosi miras, sempat sebabkan ketegangan massa. Aparat imbau warga tenang.
Kotamobagu, iNet99.id - Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku penikaman berdarah yang sempat memicu ketegangan di Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur.
Pelaku yang diketahui berinisial AS alias Aldo merupakan warga Imandi dan tercatat sebagai seorang residivis yang baru saja keluar dari Lapas Kotamobagu.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, AS ditangkap oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Bolmong setelah sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Dumoga.
Peristiwa tragis ini melibatkan korban jiwa seorang pemuda berinisial BKJ (25), warga Kelurahan Imandi.
Insiden maut tersebut bermula ketika korban baru saja pulang dari sebuah acara yang diikutinya di Desa Siniyung bersama seorang rekannya.
Saat melintas di ruas Jalan AKD atau kawasan pertigaan Imandi, perjalanan korban diduga mendadak dihadang oleh sekelompok pemuda.
Penghadangan itu lantas memicu percakapan dan perdebatan singkat yang diduga berakar dari kesalahpahaman sebelumnya di salah satu tempat penjualan minuman keras.
Dalam kondisi tersulut emosi serta diduga dipengaruhi minuman keras, situasi berubah menjadi ricuh ketika korban dan rekannya hendak pergi.
Secara tiba-tiba, AS menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis pisau tanpa banyak dialog.
Akibat serangan membabi buta tersebut, korban mengalami luka tusukan serius dan parah di bagian pinggang serta perutnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergegas membawa korban secara darurat ke RS Pratama Modomang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pabundayan Kotamobagu, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Kabar duka meninggalnya korban dengan cepat menyebar dan sempat memicu konsentrasi massa dari kelompok pemuda Lorong Mongondow dan Lorong Kewas sebagai bentuk reaksi ketegangan.
Mengantisipasi eskalasi konflik susulan, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak sigap melakukan pemantauan ketat dan pengamanan di seluruh titik rawan lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Hardi Y. Daenk, mengimbau kepada pihak keluarga korban serta seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menahan diri.
Ia menegaskan agar warga sepenuhnya mempercayakan penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Hingga saat ini, terduga pelaku AS telah ditahan di Mapolres Bolmong untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sementara polisi terus memburu barang bukti pisau yang digunakan dalam aksi penikaman tersebut.
Editor: Andi
Pewarta: Ahmad Rusadi
