Gelombang Suspend Akun X Picu Polemik: Konten Pornografi Marak, Akun Media Justru Ditindak
0 menit baca
![]() |
| Maraknya akun X yang kena suspen membuat gerah para pengguna akun x, Poto Chatgpt. |
Bandung, iNet99.id — Gelombang penangguhan akun di platform X tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah pengguna, termasuk pengelola media online, mengaku akun mereka tiba-tiba dibatasi bahkan ditangguhkan tanpa penjelasan rinci. Di sisi lain, akun-akun penyebar konten pornografi justru terlihat masih bebas beroperasi.
Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar terkait konsistensi kebijakan moderasi di platform tersebut. Banyak pengguna mempertanyakan, mengapa akun yang menyebarkan informasi atau opini bisa dengan cepat ditindak, sementara konten yang dinilai meresahkan justru masih mudah ditemukan.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pengguna melaporkan akun mereka terkunci (locked) hingga suspend permanen. Alasan yang diberikan umumnya berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan platform, seperti aktivitas mencurigakan atau pelanggaran kebijakan konten. Namun, tidak sedikit yang mengaku tidak melakukan aktivitas yang melanggar.
Ironisnya, di tengah gelombang penindakan tersebut, konten dewasa atau pornografi justru masih marak beredar. Bahkan, beberapa akun secara terang-terangan membagikan video dengan muatan seksual tanpa filter yang memadai.
Menanggapi hal ini, Andi, seorang pemilik media online, mengaku menjadi salah satu korban penangguhan akun. Ia menyayangkan langkah platform yang dinilai tidak proporsional.
“Ini yang jadi pertanyaan besar. Akun saya yang digunakan untuk berbagi informasi justru ditangguhkan tanpa penjelasan jelas. Sementara akun yang menyebarkan konten tidak pantas malah tetap aktif,” ujar Andi, Rabu (15/4).
Menurutnya, kebijakan moderasi seharusnya dilakukan secara adil dan transparan, terutama terhadap akun-akun yang berperan dalam penyebaran informasi publik.
“Kalau memang ada pelanggaran, jelaskan secara rinci. Jangan tiba-tiba suspend tanpa ruang klarifikasi. Ini bisa berdampak pada kebebasan informasi,” tambahnya.
Sejumlah pengamat media sosial menilai, kondisi ini bisa terjadi karena sistem moderasi platform yang mengandalkan kombinasi algoritma dan laporan pengguna. Dalam praktiknya, akun yang banyak dilaporkan cenderung lebih cepat ditindak, terlepas dari jenis kontennya.
Sementara itu, konten pornografi kerap lolos karena berbagai celah, seperti penggunaan tautan eksternal, akun anonim, hingga teknik penyamaran konten. Hal ini membuat penindakan menjadi lebih kompleks dan tidak selalu instan.
Di sisi lain, kebijakan platform yang masih memperbolehkan konten dewasa dalam batas tertentu juga menjadi faktor yang memperumit situasi. Selama tidak melanggar aturan spesifik, konten tersebut tidak otomatis dihapus.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama terkait keamanan ruang digital dan perlindungan pengguna dari konten yang tidak pantas.
“Kalau dibiarkan, ini bisa merusak ekosistem informasi. Platform harus tegas, jangan sampai yang sehat justru ditekan, sementara yang merusak dibiarkan,” tegas Andi.
Hingga kini, pihak X Corp. belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang suspend yang dikeluhkan pengguna di Indonesia.
Para pengguna pun berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem moderasi, agar penegakan aturan dapat berjalan lebih adil, transparan, dan tidak menimbulkan kesan tebang pilih.
Di tengah pesatnya arus informasi digital, kepercayaan publik terhadap platform menjadi hal yang krusial. Tanpa kejelasan dan konsistensi kebijakan, bukan tidak mungkin pengguna akan mulai mencari alternatif lain yang dianggap lebih aman dan adil.
Red.
