172 Peserta PPDS Unair Diduga Keracunan, Sampel Makanan Diuji di 3 Laboratorium
![]() |
| ilustrasi keracunan |
Kejadian tersebut berlangsung di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr Soetomo. Dari total 289 peserta yang mengikuti kegiatan, sebanyak 172 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
Pihak RSUD Dr Soetomo menyebut dugaan sementara keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan Pradik. Namun, penyebab pastinya belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kabag Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan dan koordinasi untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para peserta.
“Untuk memastikan kondisi dan mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang terjadi, RSUD Dr Soetomo telah melakukan sejumlah langkah pemeriksaan dan koordinasi,” kata Robeth dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Investigasi tidak hanya dilakukan terhadap sisa makanan yang dikonsumsi peserta. RSUD Dr Soetomo juga mengambil spesimen dari peserta yang mengalami keluhan kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
Sampel makanan dan pemeriksaan rectal swab kemudian dikirim ke sejumlah laboratorium, yakni Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut, RSUD Dr Soetomo juga telah menyampaikan informasi mengenai kejadian ini kepada Dinas Kesehatan terkait. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sejumlah peserta yang mengalami gejala langsung mendapatkan pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara peserta dengan keluhan ringan dan masih dapat beraktivitas diminta melakukan observasi mandiri serta segera mendapatkan penanganan apabila kondisi memburuk.
RSUD Dr Soetomo juga melakukan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terkait pemantauan kondisi peserta serta evaluasi penyediaan konsumsi dalam kegiatan Pradik.
Evaluasi tersebut menjadi perhatian karena makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan tersebut saat ini menjadi salah satu dugaan sumber gangguan kesehatan. Meski demikian, belum dapat disimpulkan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Perkembangan terbaru juga menyebut jumlah orang yang mengalami gejala mencapai 178 orang, setelah enam petugas kebersihan turut dilaporkan mengalami keluhan. Angka tersebut berbeda dari pendataan awal yang mencatat 172 peserta PPDS terdampak.
Sementara itu, pihak Universitas Airlangga dijadwalkan memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut melalui konferensi pers di RSUD Dr Soetomo. Penjelasan dari pihak kampus diharapkan dapat memberikan informasi lebih lengkap mengenai pelaksanaan Pradik, penyediaan konsumsi, serta langkah yang dilakukan setelah munculnya keluhan kesehatan.
Hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat juga masih harus menunggu hasil pengujian sampel makanan maupun spesimen pasien sebelum kesimpulan mengenai sumber gangguan kesehatan dapat ditetapkan.
(Editor/Andi)
