Sinergi Pusat dan Daerah, Aspirasi Guru Madrasah Majalengka Dibawa ke DPR RI
0 menit baca
Majalengka, INET99.id – Aspirasi para guru madrasah di Kabupaten Majalengka kini mendapat perhatian serius dari legislatif pusat maupun daerah. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Majalengka menggelar kegiatan serap aspirasi bersama Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Majalengka itu dihadiri jajaran pengurus FKDT, tokoh pendidikan keagamaan, serta unsur Fraksi PKS DPRD Majalengka. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara para guru madrasah dengan wakil rakyat terkait berbagai persoalan pendidikan keagamaan.
Dalam forum itu, para guru madrasah menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian utama. Mulai dari kebutuhan penguatan regulasi, persoalan pengadaan buku akibat perubahan kurikulum, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah.
Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, hadir langsung mendengarkan berbagai keluhan dan masukan dari para guru madrasah. Kehadirannya dinilai menjadi bentuk perhatian terhadap pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting pembangunan karakter generasi bangsa.
Selain Ateng Sutisna, kegiatan tersebut juga didampingi jajaran pimpinan Fraksi PKS DPRD Majalengka, di antaranya Dhora Darojatun dan H. Nono Suharno. Keduanya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperjuangkan kebutuhan madrasah.
Dalam penyampaiannya, penguatan regulasi madrasah menjadi salah satu poin utama yang dibahas. Para peserta berharap adanya payung hukum yang lebih kuat melalui Perda maupun Perbup agar keberadaan madrasah semakin mendapat perhatian dan kepastian dukungan dari pemerintah daerah.
Tak hanya itu, persoalan perubahan kurikulum yang berdampak pada kebutuhan buku pelajaran juga menjadi sorotan. Guru madrasah mengaku membutuhkan solusi konkret agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan sarana pendidikan.
Pemberdayaan ekonomi guru madrasah juga turut menjadi pembahasan penting dalam forum tersebut. Para pendidik berharap adanya program pemberdayaan dan dukungan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.
Dalam kesempatan itu, peserta juga menekankan bahwa madrasah bukan sekadar lembaga pendidikan tambahan. Madrasah dianggap memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.
“Madrasah bukan sekadar tambahan, tapi pondasi karakter generasi masa depan,” demikian salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan serap aspirasi tersebut.
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para guru madrasah menyampaikan harapan agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas forum diskusi, melainkan dapat diwujudkan melalui kebijakan nyata yang berpihak kepada pendidikan keagamaan.
FKDT Majalengka berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada para pendidik madrasah. Dukungan regulasi dan perhatian terhadap kesejahteraan guru dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan, para guru madrasah optimistis masa depan pendidikan karakter di Kabupaten Majalengka akan semakin kuat dan berkembang secara berkelanjutan.
Pewarta: Yudhistira
Media inet99.id
