BREAKING NEWS

Dedi Mulyadi Naik Pitam Usai Anak Petugas Kebersihan Kantor Gubernur Diduga Jadi Korban Pencabulan


Majalengka, INET99.id – Dedi Mulyadi tampak naik pitam kepada jajarannya setelah mengetahui anak dari salah seorang petugas kebersihan di lingkungan Kantor Gubernur Jawa Barat diduga menjadi korban pencabulan.

Momen emosional tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi berbincang dengan seorang ibu yang baru diberi pekerjaan sebagai penyapu di kantor gubernur. Peristiwa itu terlihat dalam tayangan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

Awalnya suasana percakapan berlangsung santai. Sang ibu menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberi pekerjaan oleh Dedi Mulyadi di lingkungan kantor gubernur.

Namun suasana mendadak berubah ketika ibu tersebut mengaku bahwa anaknya baru saja menjadi korban pencabulan oleh seorang pria di wilayah Mundu.

“Anak abis dicabulin,” ujar sang ibu.

“Sama penculik pak, di Mundu,” lanjutnya.

Mendengar pengakuan tersebut, Dedi Mulyadi langsung terkejut dan beberapa kali memastikan kronologi kejadian yang dialami korban.

Sang ibu kemudian menjelaskan bahwa anaknya yang masih berusia 8 tahun sempat dibawa oleh pelaku ketika sedang bermain di sekitar jembatan. Korban disebut kemudian diantar kembali oleh pelaku dalam kondisi terluka dan mengalami pendarahan.

“Pulang sendiri dianterin sama penculiknya di jembatan lagi, anak udah berdarah pak,” ungkap sang ibu.

Tak hanya mengalami luka fisik, korban juga disebut mengalami trauma berat. Menurut pengakuan ibunya, pelaku sempat mengancam korban agar tidak melapor kepada polisi.

“Masih trauma ‘ibu jangan ditahan om-nya nanti ibunya dibunuh’ pelakunya tuh ngomong di anaknya. Awas ya jangan bilang-bilang lapor polisi nanti ibu kamu dibunuh, gitu pak. Saya tuh sampai nangis pak,” jelasnya.

Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi langsung memastikan korban akan mendapatkan pendampingan psikolog dan penanganan medis.

“Ya udah nanti ada tim dari dokter, dokter anak sama psikolognya, nanti saya kirimin timnya ya,” kata Dedi Mulyadi.

Situasi kemudian memanas ketika Dedi mengetahui kasus tersebut ternyata belum diketahui oleh sebagian jajarannya sendiri.

“Itu si ibu itu anaknya diperkosa loh, iya anaknya umur 8 tahun, udah ditahan di polsek?,” ujar Dedi kepada staf yang berada di lokasi.

Saat mengetahui ada staf yang belum mengetahui persoalan itu, ekspresi Dedi Mulyadi langsung berubah dan menegur jajarannya dengan nada tinggi.

“Lah kenapa nggak tahu? Kita biasa ngurusin,” ucapnya.

Salah seorang staf kemudian menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah datang dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Namun Dedi tetap menegaskan bahwa komunikasi dan perhatian terhadap pegawai harus lebih maksimal.

“Bukan, maksudnya gini loh, kita tiap hari ngurusin korban anak-anak di bawah umur, masa pegawai kita nggak tahu,” tegas Dedi.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi pegawai, terlebih ketika keluarga mereka sedang mengalami musibah serius.

“Nanti kalau orang nganggap ini penyapu di kantor Gubernur tapi anaknya korban nggak ada perhatian, jangan begitu,” lanjutnya.

Video tersebut kini ramai menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet memberikan perhatian terhadap kondisi korban sekaligus menyoroti reaksi emosional Dedi Mulyadi kepada jajarannya terkait penanganan kasus tersebut.


Editor: Andi
Media inet99.id

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini