BREAKING NEWS

Heboh! PM Nepal Resmi Mundur, Presiden Ram Chandra Poudel Dikabarkan Ikut Terdesak – Ini Faktanya!


Kathmandu, iNet99.id - Nepal kembali diguncang krisis politik setelah demonstrasi besar-besaran yang dipelopori generasi muda Gen Z berubah menjadi kerusuhan berdarah. Sedikitnya 19 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan dua hari terakhir. Protes dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dianggap membatasi kebebasan digital, termasuk pemblokiran media sosial, serta tuduhan korupsi yang menjerat elite politik. Rabu (10/9).


PM Oli Mundur, Presiden Tetap Bertahan

Di tengah tekanan publik yang semakin membesar, Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli secara resmi mengundurkan diri pada 9 September 2025. Presiden Ram Chandra Poudel menerima keputusan itu, namun menugaskan Oli tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara (caretaker PM) hingga pemerintahan baru terbentuk.

Sempat muncul laporan simpang siur bahwa Presiden Paudel juga menyatakan mundur. Namun, kabar tersebut segera dibantah oleh pihak militer. “Presiden Ram Chandra Poudel tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala negara,” tegas juru bicara Angkatan Darat Nepal.


Gelombang “Revolusi Gen Z”

Protes yang berlangsung sejak awal September ini didominasi anak muda, sebagian besar mahasiswa dan pengguna aktif media sosial. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk “Revolusi Gen Z”, tuntutan agar Nepal melepaskan diri dari pola lama politik yang dinilai sarat korupsi, nepotisme, dan pengekangan kebebasan sipil.

Aksi massa sempat berujung pada serangan ke kantor partai besar, rumah sejumlah pemimpin politik, hingga bentrokan dengan aparat. Mantan perdana menteri Sher Bahadur Deuba bahkan dilaporkan terluka dalam kerusuhan.


Transisi Politik Tak Pasti

Dengan lengsernya Oli, Nepal kini berada dalam situasi transisi politik yang rawan. Militer dikerahkan untuk menjaga ketertiban di Kathmandu, sementara wacana pembentukan pemerintahan sementara di bawah figur independen mulai mengemuka.

Sejumlah pengamat menilai, langkah Presiden Paudel untuk tetap bertahan adalah upaya menjaga stabilitas di tengah kekosongan kepemimpinan. Namun, jika dialog dengan kelompok demonstran gagal, potensi kekacauan politik berlarut-larut sulit dihindari.


Jalan Panjang Nepal

Nepal memiliki sejarah panjang gejolak politik – dari pergantian rezim monarki ke republik, hingga krisis konstitusi. Kini, krisis terbaru ini kembali menguji ketahanan demokrasi muda Nepal.

Bagi generasi muda, protes kali ini bukan sekadar perlawanan terhadap pemerintah Oli, melainkan peringatan keras bahwa politik lama yang penuh skandal tak lagi mendapat tempat di era digital.***


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini