Santri Belajar Wirausaha, PT PDC Kembangkan Program Tempesantren di Indramayu
0 menit baca
![]() |
| Gunting pita PT PDC bersama pesantren tanda diresmikannya rumah produksi Tempesantren. (Foto: Dok Eko ) |
Indramayu, Inet99.id - PT Patra Drilling Contractor (PDC) meresmikan Rumah Produksi Tempe di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Kamis (28/8/2025). Program yang dinamai Tempesantren ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pesantren dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Peresmian ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Direktur Keuangan PDC, Fitra Adriza, didampingi jajaran manajemen perusahaan. Melalui fasilitas ini, para santri dilibatkan langsung dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi tempe.
“Kami beroperasi di tengah masyarakat, maka tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah pilar penting perusahaan. Kami berkomitmen mengembangkan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional kami,” ujar Fitra kepada Inet99.id.
CSR PDC: Dari Pendidikan ke Ekonomi
PDC sebelumnya telah berkolaborasi dengan Pesantren Tarbiyatul Ath’fal di sektor pendidikan. Kini, melalui Tempesantren, kerja sama tersebut diperluas ke bidang ekonomi. Produksi tempe dipilih karena memiliki prospek pasar yang stabil sekaligus dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi pesantren dan masyarakat sekitar.
Menurut Fitra, keberlanjutan program akan menjadi faktor kunci. "Kalau dikelola dengan baik dan konsisten, nilai ekonominya akan terus bertambah, bukan hanya untuk pesantren, tetapi juga untuk warga di sekitarnya," tambahnya.
Pemerintah Daerah Dukung
Langkah PDC mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kabag Kesra Pemkab Indramayu, H. Atang Riko HB, menilai program ini selaras dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang fasilitasi pesantren.
"Selama ini bantuan dari APBD kepada pondok pesantren masih terbatas karena keterbatasan fiskal. Oleh karena itu, kontribusi perusahaan swasta seperti PDC sangat strategis," jelas Atang.
Atang menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pesantren sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Kontribusi ke UMKM dan Rantai Pasok
Selain memberikan manfaat bagi pesantren, Tempesantren juga berpotensi memperkuat rantai pasok UMKM di sektor pangan lokal. Tempe sebagai produk olahan berbasis kedelai memiliki permintaan pasar yang relatif stabil.
Dengan pengelolaan profesional, rumah produksi ini dapat menghasilkan produk dengan standar kualitas tinggi sehingga berpeluang masuk ke jaringan distribusi yang lebih luas, bahkan menembus pasar modern.
Harapan ke Depan
Perwakilan pesantren, Habib Toha, menyampaikan optimisme terhadap program ini. "Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut. Dengan dukungan PDC, kami ingin menjaga amanah sekaligus memperkuat ekonomi pesantren," ujarnya.
Ke depan, PDC menargetkan program ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang bisa direplikasi di daerah lain. “Bukan hanya memberikan nilai ekonomi, tapi juga membuka ruang bagi santri untuk belajar kewirausahaan dan manajemen usaha sejak dini,” tutup Fitra.
Pewarta •Eko
Editor •Andi
