Penembakan Massal Guncang Chicago: 4 Tewas, 18 Jadi Korban, Dua Insiden Terjadi dalam Satu Malam
![]() |
| Pemadam kebakaran Chicago sedang membersihkan TKP kejadian penembakan, poto abcnews. |
CHICAGO, INET99.ID - Insiden penembakan massal kembali mengguncang Chicago pada Rabu malam, menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 14 lainnya. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan River North sekitar pukul 23.00 waktu setempat, saat sekelompok orang baru saja keluar dari sebuah acara dan berkumpul di trotoar.
Menurut pernyataan Kepala Kepolisian Chicago, Larry Snelling, dalam konferensi pers, sebuah kendaraan mendekati kerumunan dan pelaku di dalam mobil tersebut secara tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah warga. Serangan ini digambarkan Snelling sebagai tindakan "pengecut dan menyedihkan" yang mengancam keselamatan publik.
"Mereka tidak peduli siapa yang tertembak, dan dalam hitungan detik, mereka berhasil menembak 18 orang," kata Snelling. Dikutip dari abcnews.
Menurut keterangan Kepolisian Chicago, pelaku yang mengendarai sebuah kendaraan mendekati kerumunan dan langsung melepaskan tembakan.
Meski lokasi kejadian diduga menjadi sasaran, pihak kepolisian belum dapat memastikan siapa target spesifik dari serangan tersebut. Kendaraan pelaku langsung melarikan diri dari lokasi, dan hingga kini belum ada tersangka yang ditahan.
Empat korban tewas terdiri dari dua pria dan dua wanita, semuanya berusia 20-an. Dua pria yang meninggal telah diidentifikasi sebagai Leon Andrew Henry (25) dan Devonte Terrell Williamson (23), menurut Kantor Pemeriksa Medis Cook County.
Sebanyak 14 korban lainnya mengalami luka tembak, termasuk beberapa yang saat ini berada dalam kondisi kritis. Sebagian besar korban luka adalah perempuan — 11 dari 14 korban luka adalah wanita, dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun.
Polisi juga mengamankan dua jenis selongsong peluru dari lokasi, menunjukkan kemungkinan penggunaan lebih dari satu jenis senjata.
"Ketika saya tiba tadi malam, keadaan benar-benar kacau," kata Pendeta Donovan Price, yang bekerja untuk membantu korban kekerasan, kepada wartawan. "Dari orang-orang yang berteriak, darah di jalanan, orang-orang yang tergeletak di jalanan, kehadiran polisi dalam jumlah besar. Sungguh mengerikan. Lebih dari yang pernah saya lihat."
Rumah sakit "hampir sama kacau" dengan tempat kejadian perkara saat orang-orang mencari orang yang mereka cintai, kata Price.
"Hal itu bisa terjadi di mana saja," ia memperingatkan. "Hal itu sangat menghancurkan."
hanya berselang beberapa waktu setelah insiden tragis di River North, sebuah penembakan massal lainnya terjadi dan mengakibatkan empat orang harus dilarikan ke rumah sakit.
Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, mengonfirmasi insiden ini dalam pernyataan resminya dan menyebut peristiwa ini sebagai bagian dari malam yang penuh kekerasan yang "tidak bisa diterima" di kota tersebut. Meski belum banyak detail yang dirilis oleh pihak kepolisian, keempat korban saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Kejadian ini menjadi penembakan massal kedua di malam yang sama di Chicago, mempertegas kekhawatiran masyarakat atas meningkatnya kekerasan bersenjata di berbagai wilayah kota. Aparat penegak hukum kini tengah melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.
"Kami frustrasi, tetapi kami juga berduka," kata Johnson, seraya menambahkan, "Kami tidak akan beristirahat sampai ada pertanggungjawaban penuh."
Meskipun terjadi penembakan, pembunuhan turun 32% tahun ini di kota tersebut hingga 29 Juni dan insiden penembakan turun 39%, menurut data kejahatan Chicago.
Dilansir dari •ABCNews
