Guru SMP di Cianjur Jadi Korban Begal Bersenpi, Aksi Pelaku Terekam CCTV Sekolah
0 menit baca
![]() |
| Foto: Ilustrasi |
Cianjur, iNET99.id - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, tengah melakukan pengembangan dan penyelidikan intensif terkait kasus pembegalan terhadap seorang guru SMP bernama Ria (36). Korban menjadi sasaran aksi kejahatan di Kecamatan Karangtengah, di mana para pelaku yang diduga menggunakan senjata api berhasil membawa kabur sepeda motor miliknya, Rabu (23/10/2026).
Kapolsek Karangtengah, AKP Yudi Heryanadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.
"Sejumlah CCTV yang terpasang sempat merekam aksi empat orang pelaku. Salah seorang pelaku sempat menodongkan senjata pada pemilik yang memergoki aksi mereka," ujar Yudi.
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa anggota gabungan dari Polsek Karangtengah dan Polres Cianjur sedang bekerja keras mengungkap kasus ini. Penyelidikan mencakup permintaan keterangan dari korban dan saksi, serta pengumpulan rekaman CCTV di sejumlah titik guna mengidentifikasi para pelaku.
Petugas juga dikerahkan untuk melacak rute pelarian para pelaku yang kabur ke arah Jalan Raya Bandung-Cianjur. "Kami berupaya secepatnya menangkap para pelaku setelah berhasil melakukan identifikasi dari rekaman sejumlah CCTV di lokasi kejadian," tegasnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat sepeda motor korban yang diparkir di depan gerbang sekolah tiba-tiba didekati oleh tiga pria. Salah seorang di antaranya langsung naik ke atas sepeda motor korban, sementara seorang lainnya memantau situasi.
Korban yang sedang mengajar di dalam kelas sempat melihat gelagat mencurigakan dan turun untuk memastikan kendaraannya. Namun, saat mendekat, pelaku yang duduk di atas sepeda motor langsung menodongkan senjata.
Mendapati ancaman tersebut, korban memilih menghindar, sehingga pelaku dengan mudah membawa kabur sepeda motor korban ke arah Jalan Raya Bandung-Cianjur. Saksi yang berada di lokasi tidak berani melakukan pengejaran karena melihat senjata yang diacungkan pelaku.
"Sepeda motor yang dibawa kabur milik guru bahasa Inggris yang mengajar di sekolah kami. Korban sempat mempertahankan sepeda motor namun ditodong senjata, sehingga korban memilih mundur karena takut," pungkas Yudi.
(edtr/and)
