Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Jawa Barat, Sekjen LPP GPK Andi: Dorong Evaluasi Sistem Kelistrikan Nasional
0 menit baca
INET99.ID – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat mendapat perhatian dari berbagai pihak. PT PLN (Persero) melalui Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Nurmalitasari, membenarkan adanya gangguan yang menyebabkan terputusnya pasokan listrik di sejumlah daerah.
Menurut Nurmalitasari, kondisi tersebut dipicu oleh kendala teknis operasional pada pembangkit yang mengakibatkan menurunnya kapasitas pasokan listrik ke sistem.
"PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan menurunnya kapasitas pasokan listrik," kata Nurmalitasari dalam keterangan resminya.
Untuk menjaga stabilitas dan konsistensi sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak sambil mempercepat proses pemulihan operasi pembangkit.
"Untuk menjaga stabilitas dan konsistensi sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit listrik dapat kembali normal," ujarnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tambahnya.
Saat ini PLN masih terus melakukan penanganan untuk memulihkan sistem kelistrikan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi terbaru melalui saluran komunikasi resmi PLN.
"Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan," pungkasnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Jenderal Lembaga Pengawas Publik Garda Pengawas Kebijakan, Andi Setiadi, menyatakan bahwa gangguan kelistrikan dalam skala luas harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional.
Menurut Andi, listrik merupakan layanan publik yang memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik. Karena itu, setiap gangguan yang terjadi perlu menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat sistem dan meminimalkan risiko di masa mendatang.
"Kami menghormati penjelasan PLN terkait adanya kendala teknis operasional pada pembangkit. Namun, kejadian ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional. Gangguan listrik dalam skala luas tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada dunia usaha dan pelayanan publik," ujar Andi.
Ia menambahkan, evaluasi tersebut diharapkan tidak semata-mata berfokus pada penanganan gangguan yang sedang terjadi, tetapi juga pada upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapan menghadapi potensi gangguan serupa di masa mendatang.
"Pemerintah bersama PLN perlu memperkuat sistem mitigasi risiko, meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat, serta memastikan kualitas pelayanan kelistrikan semakin andal. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan," tegasnya.
Andi berharap langkah evaluasi dan penguatan sistem tersebut dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik di sektor energi, sehingga masyarakat dan pelaku usaha memperoleh kepastian atas ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Editor: Andi
Media inet99.id
