BREAKING NEWS

Sukuran Lembur dan Mapag 1 Muharam di Mandalamekar Bandung, Ratusan Warga Hadiri Syukuran Budaya dan Keagamaan

Sukuran Lembur dan Mapag 1 Muharam di Mandalamekar Bandung, Ratusan Warga Hadiri Syukuran Budaya dan Keagamaan

Bandung, inet99.id – Ratusan warga menghadiri kegiatan Sukuran Lembur sekaligus Mapag 1 Muharam/1 Suro Tahun 1448 Hijriah dan Tahun 1960 Saka yang digelar di Kampung Cipurut RT 02 RW 10, Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (16/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara dihadiri oleh masyarakat dari berbagai wilayah, Kepala Desa Mandalamekar, para tokoh masyarakat, serta Kasepuhan Kampung Cipurut, Ki Kendi.

Sukuran Lembur dan Mapag 1 Muharam di Mandalamekar Bandung, Ratusan Warga Hadiri Syukuran Budaya dan Keagamaan

Momentum Sukuran Lembur dan Mapag Tahun Baru ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Dalam kesempatan tersebut, Tokoh Budaya juga Tokoh Agama Desa Mandalamekar, Ustad Agus Nadi Alang Anggakusuma, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus momentum refleksi kehidupan.

"Kegiatan ini merupakan acara tasyakur, tafakur, dan tadabur sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penutupan tahun dalam penanggalan Sunda. Momentum ini menjadi sarana untuk mengingat perjalanan hidup dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya kepada wartawan inet99.id.


Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah mengucapkan rasa syukur atas segala karunia dan keberkahan yang diterima masyarakat sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya leluhur.

"Tujuan utamanya adalah mengucapkan rasa syukur atas segala karunia dan keberkahan yang telah diterima. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk melestarikan budaya leluhur dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya. Kami ingin masyarakat kembali mengenal, menjaga, dan mencintai warisan budaya Nusantara, khususnya budaya Sunda, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang dianut," katanya.


Ustad Agus juga berharap masyarakat Tatar Pasundan dan Nusantara senantiasa hidup rukun serta menjunjung tinggi budaya leluhur.

"Harapan saya, khususnya bagi masyarakat Tatar Pasundan dan Nusantara pada umumnya, agar senantiasa hidup rukun, saling menghormati, serta menjunjung tinggi budaya leluhur. Pelestarian budaya bukan hanya sebatas simbol atau seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya merupakan bagian dari jati diri bangsa. Dengan menjaga budaya, kita turut menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat," ungkapnya.


Ia pun menitipkan pesan khusus kepada masyarakat Desa Mandalamekar agar terus menjaga nilai kebersamaan dan gotong royong.

"Saya berharap masyarakat Desa Mandalamekar dapat terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Para pemimpin, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga hendaknya menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Kemajuan sebuah desa, daerah, bahkan negara, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya karakter dan budaya masyarakatnya. Oleh karena itu, mari kita mulai dari menjaga budaya dan nilai-nilai luhur yang kita miliki," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mandalamekar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Sukuran Lembur dan Mapag 1 Muharam menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan masyarakat serta melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal.


"Kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, dan melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur. Kami berharap masyarakat Desa Mandalamekar terus menjaga kebersamaan, gotong royong, serta nilai-nilai budaya dan keagamaan sebagai fondasi pembangunan desa," ujarnya.

Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diikuti ratusan warga. Kehadiran tokoh masyarakat, pemerintah desa, kasepuhan, dan masyarakat dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat.


Melalui kegiatan Sukuran Lembur dan Mapag 1 Muharam/1 Suro Tahun 1448 Hijriah dan Tahun 1960 Saka, masyarakat Desa Mandalamekar berharap nilai-nilai syukur, persaudaraan, gotong royong, serta pelestarian budaya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.


Pewarta: Andi
Media iNet99.id

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini