BREAKING NEWS

Jelang Libur Sekolah, Nasib Penyaluran MBG di Pasirjambu Masih Menunggu Kepastian

Sekretaris Kecamatan Pasirjambu Hermawan saat memberikan keterangan terkait pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Sekretaris Kecamatan Pasirjambu Hermawan saat memberikan keterangan terkait pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Bandung iNet99.id – Menjelang libur panjang sekolah, mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasirjambu Kabupate Bandung, masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan Pasirjambu, Hermawan Santoso, S.STP., usai mengikuti pembahasan bersama Yayasan Nawasena dan pengelola dapur MBG, Kamis (18/6/2026).

Menurut Hermawan, pembahasan tersebut dilakukan karena sebagian besar penerima manfaat MBG merupakan peserta didik yang akan memasuki masa libur sekolah dalam waktu dekat.

Saat dimintai keterangan usai kegiatan, Hermawan mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan mengenai mekanisme penyaluran MBG yang akan diterapkan selama masa libur sekolah.

"Masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait," kata Hermawan.

Selain membahas keberlanjutan program saat libur sekolah, sejumlah pihak yang hadir juga membicarakan pemanfaatan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Suasana pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Pasirjambu, Yayasan Nawasena, dan pengelola dapur MBG di Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Suasana pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Pasirjambu, Yayasan Nawasena, dan pengelola dapur MBG di Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Hermawan mengatakan Pemerintah Kecamatan Pasirjambu berharap kebutuhan dapur MBG dapat menyerap lebih banyak hasil pertanian, peternakan, maupun produk UMKM yang berasal dari masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi warga.

"Harapannya produk-produk lokal bisa lebih banyak terserap sehingga manfaat program ini juga dirasakan masyarakat sekitar," ujarnya.

Saat ditanya mengenai pengelolaan sampah dari operasional dapur MBG, pihak mitra pengelola menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan saat ini masih dikelola bersama pemerintah desa setempat.

"Untuk sementara pengelolaan sampah dibantu oleh pihak desa," kata perwakilan mitra pengelola MBG.

Menanggapi hal tersebut, Hermawan menilai pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

Menurutnya, upaya pengurangan dan pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi penting, terutama di tengah keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

"Pengelolaan sampah harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan," katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kecamatan Pasirjambu ingin memastikan pelaksanaan MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Hingga kini, mekanisme penyaluran MBG selama masa libur sekolah masih menunggu keputusan dan arahan lebih lanjut dari pihak terkait.*

Pewarta: Uus iNet99.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini