Komisi III DPRD Minta Pemkab Lebih Serius Tangani Persoalan Lingkungan
0 menit baca
Majalengka, iNet99.id— Persoalan sampah dan minimnya fasilitas penunjang lingkungan hidup kembali mencuat di Kabupaten Majalengka. Saat Komisi III DPRD Majalengka mengunjungi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rabu, 13 Mei 2026, sejumlah persoalan mendasar ditemukan: armada pengangkut sampah yang menua, alat laboratorium yang belum berfungsi, hingga keterbatasan anggaran.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan DLH dalam mengawal pembangunan daerah, terutama di sektor lingkungan hidup.
“Lingkungan hidup ini tidak bisa disepelekan. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Iing kepada wartawan.
Di halaman kantor DLH, sejumlah kendaraan operasional tampak terparkir. Sebagian di antaranya disebut sudah tidak lagi layak pakai. Dari total 13 armada pengangkut sampah yang dimiliki DLH, hanya 11 unit yang masih beroperasi.
Kepala DLH Majalengka, Wawan Sarwanto, mengakui beberapa kendaraan sudah mendekati masa afkir. “Ada yang kondisinya hampir afkir,” ujarnya.
Menurut Iing, kerusakan armada menjadi persoalan serius karena pelayanan sampah di Majalengka terus bertambah. Apalagi, DLH kini juga menangani urusan pertamanan kota. Namun fasilitas penunjangnya terbatas.
“Kendaraan penyiram taman saja tinggal satu unit,” kata dia.
Tak hanya armada, Komisi III juga menyoroti alat laboratorium milik DLH yang hingga kini belum berfungsi optimal. Padahal laboratorium lingkungan dibutuhkan untuk pengawasan limbah dan kualitas lingkungan.
Disisi lain, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Heuleut juga masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. DPRD menilai pola penanganan sampah di lokasi tersebut perlu diubah.
“Ke depan harus mulai menggunakan sistem landfill, jadi sampah tidak hanya menumpuk di permukaan,” ujar Iing.
Persoalan lain muncul di kawasan pasar tradisional. Sejumlah kontainer sampah dilaporkan rusak, salah satunya di Pasar Cigasong. DLH menyebut perbaikan mulai dilakukan setelah mendapat dukungan anggaran dari DPRD.
Meski demikian, keterbatasan terbesar tetap berada pada sisi anggaran. Iing menyebut alokasi anggaran sektor lingkungan hidup di Majalengka masih jauh dari angka ideal.
“Harusnya minimal 3 persen, tapi sekarang baru sekitar 0,3 persen,” tuturnya.
Komisi III DPRD, kata dia, akan mendorong penambahan anggaran agar DLH memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan hidup.
Selain meminta dukungan pemerintah, DPRD juga mengajak masyarakat mengurangi beban sampah sejak dari rumah. Salah satunya dengan memilah sampah organik dan anorganik.
Pewarta: Eko
Media inet99.id
