Debus Ekstrem Ciwidey Gegerkan Warga Aksi Potong Lidah dan Makan Beling Jadi Sorotan
0 menit baca
Bandung iNet99.id – Atraksi debus ekstrem di Ciwidey, Kabupaten Bandung, sukses menggegerkan warga. Aksi potong lidah hingga memakan pecahan gelas menjadi tontonan yang paling menyita perhatian dalam hajatan masyarakat, Minggu (29/3/2026).
Pertunjukan debus ini digelar di Kampung Pasirmala, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sejak awal acara dimulai, warga dari berbagai kampung memadati lokasi untuk menyaksikan langsung aksi para pemain.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak mengelilingi arena. Mereka antusias menonton setiap adegan yang ditampilkan, terutama saat aksi-aksi ekstrem mulai diperagakan di tengah sorotan penonton.
Beragam atraksi khas debus ditampilkan, mulai dari potong lidah, tubuh dibor, menusukkan jarum ke tubuh, hingga memakan pecahan gelas. Aksi-aksi tersebut memicu rasa tegang sekaligus kagum dari warga yang hadir.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat seorang pemain memakan pecahan gelas. Sorak sorai langsung pecah dari penonton yang takjub melihat aksi berbahaya tersebut dilakukan tanpa rasa takut.
Ketua Kabupaten Bandung Yayasan Pusaka Jawara Pajajaran, Pian Sopyan, yang akrab dipanggil Kiwaja, mengatakan kelompok seni yang dipimpinnya telah berdiri selama empat tahun dan terus aktif tampil di berbagai kegiatan masyarakat.
"Yayasan Pusaka Jawara Pajajaran berdiri empat tahun lalu. Kami ingin seni debus tetap hidup dan dikenal masyarakat luas," ujar Kiwaja.
Ia menjelaskan, dalam satu hari rombongannya bahkan menjalani tiga agenda penampilan di wilayah Ciwidey dan sekitarnya.
"Kami tampil di tiga tempat. Pertama di Kampung Pangauban, Desa Sukawening, kemudian di Kampung Pasirmala, Desa Panyocokan," katanya.
"Setelah dari sini kami lanjut ke Kampung Pasir Awi, Kecamatan Pasirjambu," tambahnya.
Menurut Kiwaja, kelompoknya juga kerap tampil dalam berbagai kegiatan resmi, mulai dari peringatan hari jadi kepolisian hingga acara besar lainnya.
Ketua Umum Yayasan Pusaka Jawara Pajajaran, Deden, menyebutkan total anggota yang terlibat dalam kelompok tersebut mencapai 25 orang.
"Dalam setiap kegiatan, anggota terbagi menjadi pemain atraksi, pengiring musik, dan tim pendukung," ujarnya.
Salah seorang pemain debus, Nana yang dikenal dengan panggilan Ahok, mengaku datang dari Kecamatan Katapang bersama dua rekannya untuk ikut tampil dalam atraksi tersebut.
"Kami ingin seni budaya Sunda tetap hidup dan dikenal masyarakat," kata Nana.
Ia menambahkan, pertunjukan seperti ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga di tengah kehidupan masyarakat.
"Melalui seni budaya, masyarakat bisa lebih kompak dan saling mendukung," ujarnya.
Sementara itu, warga setempat, Imoh, mengatakan pertunjukan debus digelar dalam rangka hajatan sunatan anak dari keluarga Bapak Akbar di RW 17 Kampung Pasirmala.
Ia mengaku sengaja datang bersama keluarga dan tetangganya untuk menyaksikan langsung aksi debus yang jarang ditemui.
"Saya dan keluarga sangat terhibur. Aksi debus ini luar biasa dan menegangkan," kata Imoh.
Atraksi debus di Ciwidey ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik kuat. Bahkan di tengah modernisasi, hiburan budaya lokal tetap mampu menarik perhatian dan mengundang antusiasme masyarakat luas.
Pewarta: Uus

