BREAKING NEWS

Pengamat Nilai Bahlil Jadi Beban Presiden Prabowo, Wacana Reshuffle Menteri ESDM Menguat

Pengamat Nilai Bahlil Jadi Beban Presiden Prabowo, Wacana Reshuffle Menteri ESDM Menguat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,

JAKARTA, iNet99.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dinilai menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Penilaian tersebut memunculkan wacana perombakan kabinet (reshuffle) terhadap Bahlil yang dianggap sebagai langkah logis dalam upaya meningkatkan kinerja pemerintahan.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai posisi Bahlil saat ini sudah layak untuk dievaluasi secara serius.

“Sangat logis bila Prabowo mereshuffle-nya. Bila tidak, Bahlil akan terus menjadi beban bagi Presiden Prabowo,” ujar Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu, 25 April 2026.

Menurut Jamiluddin, terdapat sejumlah faktor yang membuat Bahlil dinilai layak dicopot dari jabatannya sebagai Menteri ESDM.

Salah satu faktor tersebut adalah dianggap belum optimal dalam memitigasi risiko serta mencari solusi atas kebutuhan energi nasional, khususnya minyak dalam negeri.

Ia mencontohkan insiden tertahannya kapal milik Pertamina di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan energi nasional.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah harus mencari alternatif sumber energi dari negara lain untuk menjaga stabilitas pasokan.

Jamiluddin menilai, langkah strategis tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Menteri ESDM, namun justru diambil alih langsung oleh Presiden Prabowo melalui kunjungan ke sejumlah negara seperti Jepang dan Rusia.

“Sebagai Menteri ESDM, Bahlil seharusnya malu ketika bidang kerjanya diambil alih presiden. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga dinilai memiliki keterbatasan dalam jejaring internasional yang menjadi aspek penting dalam diplomasi energi.

Padahal, posisi Menteri ESDM menuntut kemampuan diplomasi yang kuat serta jaringan luas dengan para menteri energi dari berbagai negara.

“Hal itu mengindikasikan Bahlil tidak memiliki jaringan internasional yang memadai. Akibatnya, tugas-tugas strategisnya harus diambil alih Presiden,” pungkas Jamiluddin.

Dengan berbagai catatan tersebut, wacana reshuffle terhadap Menteri ESDM dinilai semakin relevan sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja Kabinet Merah Putih.


Editor: Rizal Pratama
Sumber: RMOL

Breaking News Bahlil Presiden Prabowo Reshuffle Menteri ESDM

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini