Server Kementerian ESDM Diretas, 9,2 GB Dokumen Rahasia Bocor di Forum Gelap
0 menit baca
Kebocoran data ini pertama kali terungkap setelah sang peretas membagikan sampel dokumen rahasia kepada publik. Data tersebut mencakup berbagai arsip internal kementerian yang dinilai memiliki tingkat kerahasiaan tinggi dan berpotensi membahayakan keamanan institusi negara.
Berdasarkan hasil wawancara eksklusif tim kami dengan peretas melalui forum gelap, terungkap fakta mengejutkan terkait metode penyusupan yang digunakan. Peretas mengaku tidak memerlukan teknik peretasan rumit untuk menembus sistem ESDM.
🚨[BREAKING NEWS] Gawat! 9GB Data Rahasia ESDM Bocor🚨
— Never (@neVerAl0nely___) January 8, 2026
Keamanan siber instansi pemerintah kembali terguncang setelah seorang peretas berhasil menyusupi server internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Data sebesar 9,2 GB yang berisi dokumen rahasia kini disebar… pic.twitter.com/I4IRLVouV5
“Ini adalah data asli. Saya masuk ke server menggunakan password dan username yang sudah lama terekspos publik, tapi tidak ada perubahan,” ungkap peretas tersebut dalam percakapan di forum gelap.
Menurut pengakuannya, kredensial lama tersebut sudah beredar cukup lama di ruang publik. Namun hingga saat peretasan terjadi, tidak ada upaya pembaruan atau pengamanan ulang dari tim IT Kementerian ESDM.
Peretas juga menegaskan bahwa data yang dibobol bukan sekadar arsip lama. Kebocoran mencakup rentang waktu yang sangat panjang, mulai dari dokumen tahun 2012 hingga data terbaru awal 2026.
Fakta ini menunjukkan bahwa akun admin atau pegawai ESDM masih aktif saat penyusupan berlangsung, sehingga akses terhadap sistem internal kementerian terbuka lebar bagi pihak tidak bertanggung jawab.
Dalam ribuan berkas yang bocor, ditemukan berbagai dokumen yang dikategorikan sangat sensitif. Salah satunya adalah laporan uji coba transaksi LPG 3 Kg melalui aplikasi MyPertamina.
Selain itu, terdapat pula basis data perusahaan lengkap dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dokumen rencana kerja atau Work Breakdown Structure (WBS), hingga rekaman pertemuan internal melalui platform Zoom.
Peretas mengklaim bahwa isi data tersebut sangat luas dan berpotensi menimbulkan dampak serius jika dieksplorasi satu per satu, baik dari sisi keamanan negara maupun perlindungan data pribadi.
Meski demikian, peretas mengaku bahwa setelah kebocoran ini mencuat, pengembang sistem ESDM mulai melakukan penggantian kata sandi akses utama.
Namun, ia menambahkan bahwa hingga saat ini masih memiliki akses ke sejumlah akun pemerintah ESDM lainnya, yang menandakan potensi kebocoran lanjutan belum sepenuhnya tertutup.
Menariknya, peretas tersebut menyatakan bahwa data dibagikan secara cuma-cuma, tanpa motif finansial. Ia mengklaim tindakan ini dilakukan sebagai bentuk peringatan.
“Saya sengaja membagikan sampel data ini agar pemerintah sadar dan melihat langsung betapa rapuhnya pertahanan digital mereka,” ujarnya.
Informasi mengenai kebocoran data server Kementerian ESDM ini pertama kali beredar luas melalui platform media sosial X, dari akun @neVerAL0nely__, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak ESDM terkait insiden tersebut.
Editor •Andi
Sumber •Akun X @neVerAL0nely__
