Jokowi Telepon MBZ Tanyakan Perang Timur Tengah dan Harga Minyak, Begini Jawabannya
![]() |
| Mantan Presiden RI Joko Widodo, Poto Tempo |
Solo, iNet99.id - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengungkapkan dirinya sempat menghubungi Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), untuk menanyakan perkembangan perang yang tengah bergejolak di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pidatonya pada acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara serta konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4).
"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ. Saya tanya, 'Yang Mulia, kapan perangnya selesai'. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas," ujar Jokowi.
Dalam percakapan tersebut, Jokowi juga menanyakan dampak perang terhadap harga minyak mentah dunia yang mengalami lonjakan.
"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali," lanjutnya.
Jokowi juga mengaku sempat menghubungi salah satu menteri di UEA untuk mendapatkan informasi serupa. Namun, pemerintah UEA saat itu juga belum dapat memperkirakan kapan konflik akan berakhir maupun dampaknya terhadap harga minyak global.
"Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," katanya.
Sebelumnya, Jokowi juga menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya pada Rabu (1/4).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan penghormatan terhadap keteguhan Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasionalnya. Ia juga bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan, termasuk situasi terkini yang berdampak pada aspek kemanusiaan dan keamanan.
"Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional," kata Jokowi.
Jokowi berharap perdamaian, stabilitas, dan ketenangan dapat segera kembali di kawasan tersebut.
Sementara itu, Boroujerdi menyampaikan laporan komprehensif terkait kondisi di lapangan, termasuk berbagai serangan yang menyasar kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan akibat serangan tersebut.
Ketegangan di Iran meningkat setelah serangan besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Serangan tersebut disebut menimbulkan korban besar, termasuk terhadap Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta aset-aset Amerika Serikat di negara-negara Teluk sebagai respons atas agresi tersebut.
editor: Andi
Media iNet99.id
