Harga Plastik Melejit! Puan Maharani Ajak Warga Tinggalkan Plastik dan Beralih ke Daun
![]() |
| Poto Chatgpt |
Bandung, iNet99.id – Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara terkait lonjakan harga plastik yang terjadi akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menilai kondisi ini bisa menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk beralih ke penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Dalam keterangannya, Puan menegaskan bahwa meskipun plastik selama ini menjadi kebutuhan utama karena kepraktisannya, dampak ekologis yang ditimbulkan sangat besar dan tidak bisa diabaikan.
“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata dia dikutip dari laman DPR, Rabu (15/04/2026).
Ia mengakui bahwa kenaikan harga plastik memberikan dampak signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk produk mereka.
Menurutnya, saat ini harga plastik mengalami lonjakan cukup tinggi, bahkan mencapai 30 hingga 80 persen. Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil semakin tertekan karena harus menyesuaikan biaya produksi di tengah margin keuntungan yang terbatas.
“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil yang selama ini bekerja dengan keuntungan terbatas semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” kata dia.
Sebagai solusi, Puan mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai alternatif kemasan, seperti daun pisang dan daun jati yang masih banyak tersedia di berbagai daerah di Indonesia.
Ia mencontohkan sejumlah produk kuliner tradisional seperti nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek yang telah lama menggunakan kemasan organik tersebut. Selain ramah lingkungan, penggunaan daun juga dinilai mampu memberikan nilai tambah tersendiri.
Bahkan, menurutnya, kemasan dari daun dapat meningkatkan aroma makanan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
“Dari segi keunikannya yang buat beberapa kalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik untuk membeli,” ujar Puan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa langkah beralih ke kemasan organik juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya mengurangi limbah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Mengutip laporan United Nations Environment Programme (UNEP), Puan menyebutkan bahwa setiap hari terdapat sekitar 2.000 truk sampah plastik yang mencemari laut, sungai, dan danau. Secara global, jumlah limbah plastik yang mencemari perairan mencapai 19 hingga 23 juta ton setiap tahunnya.
“Jadi semangat kita di sini adalah, selagi harga plastik sedang tinggi harganya, kita bisa mencari alternatif penggunaan kemasan lain, yang sekaligus mengurangi sampah plastik,” ujar dia.
Selain mendorong masyarakat, DPR juga meminta pemerintah untuk turut aktif dalam mendukung transisi penggunaan kemasan plastik ke bahan organik. Hal ini dinilai penting agar perubahan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar bisa diterapkan secara luas.
Menurut Puan, kementerian dan lembaga terkait perlu menyiapkan regulasi serta sistem pendukung agar pelaku usaha dan konsumen dapat beradaptasi dengan lebih mudah.
“Pada dasarnya masyarakat akan menyesuaikan kebiasaan yang ada. Apabila sistemnya mendukung, saya yakin bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai,” ucap Puan.
Ia juga menegaskan bahwa DPR akan menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.
“Pemerintah perlu memberikan support dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi para pelaku usaha dan konsumen. Kami di DPR akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangan dewan.”
Editor: Andi
Media iNet99.id
Breaking News Puan Maharani DPR RI Harga Plastik News
