BREAKING NEWS

Atasi Banjir Tegalluar, Kolam Retensi Rp220 Miliar Disetujui Kementerian PU

Atasi Banjir Tegalluar, Kolam Retensi Rp220 Miliar Disetujui Kementerian PU

Bandung iNet99.id – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai mematangkan rencana penanganan banjir di kawasan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, setelah proyek kolam retensi senilai sekitar Rp220 miliar mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) turun langsung ke Desa Tegalluar, Jumat (1/5/2026), untuk melihat kondisi lapangan yang selama ini jadi titik rawan banjir.

Di lokasi, ia tidak sendiri. Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya ikut mendampingi, bersama perangkat daerah dan unsur desa yang sejak awal mengawal rencana ini.

Warga juga tampak ikut menyaksikan langsung peninjauan tersebut.

Di tengah pengecekan lokasi, KDS menegaskan satu hal: banjir Tegalluar tidak bisa diselesaikan dengan cara tunggal.

“Hari ini kita turun langsung, supaya penanganannya tidak setengah-setengah,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang disiapkan sekaligus.

Mulai dari pembangunan kolam retensi, peninggian jalan provinsi, sampai normalisasi aliran sungai.

Untuk jalan provinsi, Pemkab Bandung sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat.

“Insya Allah tahun ini kurang lebih satu kilometer akan ditinggikan,” kata KDS.

Sementara kabar paling pentingnya, Kementerian PU sudah memberi lampu hijau untuk pembangunan kolam retensi di Tegalluar.

“Sudah disetujui, dan akan mulai kita kerjakan tahun ini,” tegasnya.

Keputusan itu merupakan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat yang sebelumnya dilakukan di Jakarta.

Proyek ini nantinya tidak jalan sendiri. Akan melibatkan banyak pihak dalam pola kerja sama pentahelix.

Tapi sebelum alat berat masuk, ada pekerjaan yang lebih dulu dikejar: penertiban lahan.

Targetnya sebelum 5 Mei 2026, semua lahan di titik proyek harus jelas statusnya.

“Kalau ada yang tidak jelas, kita kembalikan sesuai fungsi awal,” kata KDS.

Lahan tersebut akan disesuaikan kembali menjadi kawasan lindung dan pertanian sesuai aturan yang berlaku.

Di sisi lain, DPMPTSP Kabupaten Bandung juga akan mengecek ulang seluruh investor yang sudah masuk kawasan tersebut.

Dari sisi teknis, DPUTR masih berkoordinasi dengan BBWS Citarum untuk penyusunan desain pembangunan kolam retensi.

Total anggaran penanganan banjir ini mencapai sekitar Rp220 miliar, termasuk normalisasi Sungai Cisunggalah.

Di akhir peninjauan, KDS berharap semua rencana ini tidak berhenti di atas kertas.

“Yang penting jalan, dan selesai untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Asep Romy Romaya menegaskan proyek ini harus segera dieksekusi, bukan sekadar rencana.

“Ini jangan lama-lama, harus jalan,” katanya.

Dengan skema kolaborasi banyak pihak, proyek kolam retensi ini diharapkan jadi jawaban lama atas persoalan banjir di Tegalluar.*

Pewarta: Uus iNet99.id

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini