BREAKING NEWS

Darurat Sampah Indonesia! BRIN Ungkap Teknologi Canggih Ubah Sampah Jadi Energi, Target Tuntas 2028

Kepala BRIN Arif Satria, poto BRIN

Jakarta, iNet99.id — Upaya mengatasi kondisi darurat sampah di Indonesia terus digenjot. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan berbagai inovasi teknologi pengolahan sampah yang dinilai siap diterapkan secara luas di berbagai daerah, mulai dari desa hingga kota besar.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa teknologi yang dikembangkan saat ini tidak hanya bersifat konsep, tetapi sudah siap direplikasi untuk mendukung penanganan sampah nasional secara menyeluruh.

“Teknologi pengolahan sampah yang kami kembangkan mencakup berbagai skala, mulai dari level desa, komunitas, hingga kota besar. Ini menjadi solusi yang siap diaplikasikan untuk mendukung penanganan sampah secara menyeluruh,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digelar di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Arif menjelaskan, pada skala besar BRIN telah mengembangkan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas mencapai ratusan ton per hari. Teknologi ini menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Untuk skala menengah, BRIN menghadirkan berbagai inovasi seperti Refuse-Derived Fuel (RDF), teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, hingga biodigester yang dapat menghasilkan biogas dari sampah organik.

Sementara itu, pada skala kecil atau rumah tangga, BRIN mendorong penggunaan teknologi sederhana dan terjangkau seperti komposter. Inisiatif ini bahkan telah mulai diterapkan di sejumlah desa sebagai langkah konkret pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurut Arif, sejumlah teknologi tersebut telah melalui tahap uji coba dan implementasi di berbagai daerah. Oleh karena itu, fokus berikutnya adalah mempercepat replikasi serta mendorong masuknya investasi agar pemanfaatannya semakin optimal.

“Teknologinya sudah tersedia dan terbukti dapat berjalan. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana memperluas penerapan dan mempercepat implementasinya di daerah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat penanganan sampah secara nasional sesuai arahan Presiden.

Pemerintah menargetkan sebagian proyek pengolahan sampah sudah mulai beroperasi pada tahun 2027, dengan seluruh program prioritas diharapkan rampung pada 2028.

Menurut Zulkifli, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah nasional. Pendekatan ini mencakup pengembangan waste-to-energy, RDF, serta berbagai teknologi lain yang telah disiapkan oleh BRIN.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat penegakan hukum guna mendorong kepatuhan semua pihak dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Teknologi sudah ada, tinggal kemauan dan kedisiplinan kita bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Penegakan hukum juga akan diperkuat agar pengelolaan sampah berjalan optimal,” tegasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto bersama sejumlah pimpinan daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Dengan kesiapan teknologi yang telah teruji, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar krisis sampah nasional dapat segera teratasi secara berkelanjutan.


Editor: Andi
Media iNet99.id


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini