Reforestasi Tak Berhenti di Penanaman, Kaderisasi Jadi Kunci Keberlanjutan
0 menit baca
![]() |
| Bibit ditanam, tanggung jawab dijaga — pesan Eyang Memet untuk reforestasi berkelanjutan di Pasirjambu. |
Bandung iNet99.id — Pelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan melalui penanaman pohon semata. Pemeliharaan dan pengawasan justru menjadi kunci keberhasilan hidupnya tanaman.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Panata Giri Raharja Kabupaten Bandung, Eyang Memet, terkait kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati di Blok Malaberes, Desa Mekarsari, Sabtu (14/2/2025), melalui pesan singkat kepada wartawan.
Menurutnya, banyak kegiatan reforestasi berhenti pada penanaman sehingga dampak ekologis jangka panjang tidak tercapai. "Menanam sering dilakukan, tetapi merawat yang menentukan hasilnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini disertai proses kaderisasi untuk membentuk tanggung jawab peserta terhadap tanaman yang ditanam. Peserta juga diminta melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala.
Kegiatan ini selaras dengan program Menanam Bibit Gratis (MBG), namun menurut Eyang Memet, pembagian bibit harus diikuti kesadaran pemeliharaan. Tanpa itu, kegiatan berpotensi menjadi simbolik semata.
Melalui pendekatan pendidikan lingkungan berbasis kaderisasi, diharapkan masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap pohon yang ditanam. Dengan demikian, reforestasi tidak berhenti sebagai aksi tanam, tetapi menjadi proses perubahan perilaku dalam menjaga alam.
Pewarta: Uus
