BREAKING NEWS

Kades Panggalih Wahyu Akui Punya Istri Dua dan Jual Kayu Hutan, KDM Ingatkan Kades Soal Hutan


Garut, iNet99.id - Percakapan antara Dedi Mulyadi (KDM) dan Kepala Desa Panggalih Wahyu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, menjadi sorotan publik setelah diunggah ke kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel. Dialog tersebut memperlihatkan pembahasan terbuka mengenai berbagai persoalan desa.

Dalam video tersebut, terlihat percakapan antara KDM dan Kepala Desa Panggalih berlangsung melalui pesan singkat WhatsApp dalam bentuk video call. Meski dilakukan secara daring, dialog berjalan terbuka dan membahas sejumlah isu krusial.

KDM dalam percakapan itu menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Ia menyarankan agar setiap pekerjaan dan program desa didokumentasikan serta diunggah ke media sosial.

Menurut KDM, keterbukaan merupakan kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Selain transparansi, KDM juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi kritik dari masyarakat.

“Bukan hanya kepala desa, gubernur juga sering dicaci maki, ya harus sabar,” ujar KDM.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Panggalih Wahyu menyampaikan bahwa dirinya berusaha menahan diri dan berpikir matang dalam menghadapi berbagai tekanan sebagai pemimpin.

“Namanya pemimpin apalagi saya, kalau tidak berpikir ke masalah itu, tidak berpikir ke bidang saya. Hidup perjalanan di jalan gitu. Saya kan supir pak, supir truk,” kata Wahyu.

Ia menuturkan bahwa pengalaman hidupnya sebagai sopir truk menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kepemimpinan.

“Di wilayah Bandung–Jakarta sudah saya kuasai begitu pak,” lanjutnya.

Kades juga menegaskan bahwa sejak menjabat sebagai kepala desa, dirinya selalu mengkaji setiap persoalan sebelum mengambil tindakan.

“Saya juga mengkaji dulu, ambil tindakan-tindakan yang anarkis saya tahan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya perundungan di media sosial, termasuk di TikTok.

“Kalau ada yang buli di TikTok, ada yang lain juga, mangga itu sih yang tahu saja, hanya Allah yang tahu,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, KDM menyoroti kondisi infrastruktur desa, khususnya terkait jalan rusak.

“Itu jalan yang rusak itu statusnya jalan apa?” tanya KDM.

Kades menjawab bahwa jalan tersebut merupakan jalan desa di wilayah perbatasan.

“Jalan itu jalan desa perbatasan,” jawabnya.

Ia menjelaskan bahwa total panjang jalan tersebut mencapai sekitar tujuh kilometer, namun perbaikan yang dilakukan baru menyentuh sekitar 170 meter.

Selain itu, Kades juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 13 kilometer jalan desa yang mengalami kerusakan.

“Jalan yang rusaknya ada sekitar 13 kilo,” kata Wahyu.

KDM kemudian menanyakan masa jabatan kepala desa.

“Bapak sudah memimpin berapa tahun?” tanya KDM.

Kades menjawab bahwa dirinya telah memimpin Desa Panggalih selama enam tahun.

Percakapan juga menyinggung kehidupan pribadi kepala desa.

“Bapak nyandung (poligami) nggak?” tanya KDM.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kades menjawab dengan tegas.

“Nyandung (poligami), Pak! Saya poligami dari tahun 2014,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya masih bekerja sebagai sopir truk.

“Sebelum jadi kades, saya masih supir truk,” katanya.

“Saya menjalankan amanah, Pak. Amanah kitab,” tambahnya sambil tertawa.

Dalam dialog itu, KDM juga menyinggung soal penghasilan kepala desa.

Kades menyampaikan bahwa penghasilannya tidak hanya berasal dari gaji kepala desa, tetapi juga dari usaha lain, salah satunya dari jual kayu.

Menanggapi hal tersebut, KDM mengingatkan dengan tegas.

“Awas jangan menebang kayu dari hutan,” ujar KDM.

Kades menjawab bahwa dirinya juga berperan dalam menjaga kelestarian hutan.

“Hutannya juga saya yang melindunginya,” jawabnya.

KDM kembali menegaskan agar tidak ada perusakan lingkungan.

“Awas jangan merusak ya,” kata KDM.

Kades menjawab bahwa penebangan pohon dilakukan untuk tujuan kesejahteraan masyarakat.

“Nebang pohon untuk mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Di akhir percakapan, KDM menegaskan bahwa dirinya akan melakukan audit dana Desa Panggalih melalui Inspektorat Jawa Barat sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.

Video percakapan via WhatsApp video call tersebut pun menuai perhatian luas karena membahas secara terbuka persoalan transparansi, infrastruktur, kepemimpinan, hingga isu sosial dan lingkungan desa.


Sumber : Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel


Kades Panggalih Dedi Mulyadi Beristri Dua Jual Kayu Hutan
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini