Update Terkini: Banjir Bandang Sitaro Sulut Tewaskan 17 Jiwa, Ratusan Rumah Hanyut – 2 Korban Masih Hilang!
0 menit baca
![]() |
Imbas Banjir Sitaro di Sulut: 148 Rumah Terdampak, 7 Unit Hanyut |
"Per 9 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 17 orang, dengan 2 warga masih dalam pencarian tim SAR. (Sumber: Kompas TV, detik.com)"
iNet99.id - Bencana alam kembali melanda Indonesia di awal tahun 2026. Banjir bandang yang dipicu hujan deras menerjang Provinsi Sulawesi Utara, menewaskan setidaknya 16 orang dan menghanyutkan ratusan rumah warga.
Kejadian tragis ini terjadi pada 6 Januari 2026, meninggalkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan dalam kondisi darurat.
Menurut laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang ini melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro dan sekitarnya, termasuk Manado. Air bah yang datang secara tiba-tiba menyapu segalanya, termasuk rumah, jembatan, dan infrastruktur penting. "Kami kehilangan 16 nyawa, dan tim SAR masih mencari korban hilang," ujar juru bicara BNPB.
Selain itu, lebih dari 1.000 warga mengungsi ke tempat aman, dengan kerugian materiil mencapai miliaran rupiah.
Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan ekstrem yang dipengaruhi perubahan iklim, ditambah dengan deforestasi di hulu sungai. Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia menyatakan, "Aktivitas ilegal seperti penambangan emas dan perkebunan sawit ilegal memperburuk situasi, karena tanah menjadi rawan longsor dan banjir." Mirisnya, bencana serupa juga terjadi di Sumatra, di mana lebih dari 1.170 jiwa hilang akibat banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto langsung merespons dengan mengirim bantuan darurat, termasuk makanan, obat-obatan, dan tim medis. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti risiko kesehatan pasca-banjir, seperti wabah "super flu" yang sedang merebak di tengah kondisi lembab dan padat pengungsi. "Kami imbau masyarakat tetap tenang dan ikuti protokol kesehatan," katanya.
Bagi warga terdampak, kisah pilu terus bermunculan. Seorang ibu di Manado bercerita, "Rumah kami hanyut dalam hitungan menit. Anak saya selamat, tapi kami kehilangan segalanya." Bencana ini jadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli lingkungan dan siap siaga menghadapi cuaca ekstrem.
inet99.id akan terus pantau perkembangan. Bagaimana pendapatmu soal bencana ini? Share di kolom komentar dan bantu sebarkan agar lebih banyak orang aware!
Sumber: Al Jazeera, WFMZ, WSLS, Mongabay, Tempo.co





.jpeg)
